Jaringan Pengedar Sabu Antar Provinsi di Kalimantan Diringkus

Jaringan Pengedar Sabu Antar Provinsi di Kalimantan Diringkus

  Sabtu, 15 June 2019 13:35

Berita Terkait

 

PONTIANAK – Dua warga Pontianak, Jhonny Hendra dan Suwandra diringkus polisi pada Rabu (14/6). Diduga kuat, keduanya akan menyelundupkan sabu ke Kalimantan Tengah. Sabu diinapkan di sebuah hotel sebelum dikirim ke Pangkalan Bun, Kalteng. Polisi menerima informasi dari masyarakat dan pihak hotel terkait aktivitas kedua pria tersebut.

Kapolda Kalbar, Irjen Polisi Didi Haryono mengungkapkan, Suwandra mendapat tugas dari seorang jaringan lain yang tidak diketahui namanya dan keberadaannya. Suwandra diminta mengambil sabu yang ditinggalkan di kamar hotel di Jalan Nusa Indah III, Pontianak pada Senin (10/6). Suwandra kemudian pergi ke hotel itu dengan membawa tas koper untuk membawa barang tersebut.

“Dia mengaku datang ke kamar hotel tersebut mendapati sabu yang dihitung berjumlah 25 bungkus yang ditaruh dalam dua buah tas. Dari 25 bungkus tersebut 12 bungkus dibiarkan ditaruh di satu tas, sisanya (13 bungkus) dimasukkan ke dalam tas koper yang sudah disiapkannya,” ungkap Didi, Jumat (14/6).

Pada hari yang sama, kata Didi, Suwandra kembali diperintahkan oleh Mr X berpindah ke hotel lain di Jalan Gajah Mada. Suwandra diminta menyembunyikan sabu tersebut dengan tujuan agar tidak dicurigai. Suwandra kemudian diperintahkan untuk mengambil sampel, masing-masing dipisah dalam lima bungkus dalam kantong berwarna merah dan satu bungkus dalam kantong warna hijau.

“Setelah memastikan barangnya, Suwandra kemudian diperintahkan oleh Mr X untuk menyerahkan semua sampel tersebut kepada Jhonny Hendra, dengan cara meninggalkannya di toilet sebuah restoran makanan cepat saji di Jalan Gajah Mada. Kemudian sampel itu diambil oleh Jhonny,” tambahnya.

Pada Selasa (11/6), Suwandra check out dari hotel kedua yang ditempatinya untuk menyimpan barang bukti sembari menunggu perintah lanjutan dari Mr X. Kemudian, Suwandra kembali check in di hotel Jalan Teuku Umar. Tak lama setelah check in, Suwandra dihubungi kembali oleh Mr X. Ia diperintahkan untuk menyerahkan 12 bungkus sabu yang diletakkan dalam sebuah tas kepada tersangka Jhonny alias A Huat, yang datang ke hotel tersebut pada hari yang sama sekitar pukul 20.30.

“Kemudian Suwandra diperintahkan Mr X berangkat ke Pangkalan Bun menggunakan bus pada Rabu (12/6). Suwandra membawa 13 bungkus sabu yang disembunyikan dalam tas koper. Sedangkan Huat diperintahkan untuk berangkat keesokan harinya, Kamis (13/6)  pada waktu yang sama, juga dengan menggunakan bus,” ungkapnya.

Namun, aksi ini diketahui masyarakat dan pihak hotel. Sebelum keduanya membawa barang tersebut, pada Rabu (12/6) sekitar pukul 00.15, polisi mendatangi hotel dan menangkap keduanya. Barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua tersangka, antara lain handphone, plastik klip berisi sabu, tas yang digunakan untuk menyimpan barang bukti , buku rekening bank milik kedua tersangka, kartu anjungan tunai mandiri (ATM), sebuah alat isap sabu untuk tester, satu unit kendaraan mobil, uang tunai senilai Rp1,9 juta.

“Selanjutnya kedua tersangka dan barang bukti berupa sabu dengan berat 25,003 kilogram beserta barang bukti lainnya dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Kalbar untuk proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Didi mengungkapkan kasus ini bersifat kejahatan terorganisir. Modus yang dilakukan oleh kedua tersangka pada penangkapan ini adalah dengan menggunakan identitas berganda palsu, yakni dibuktikan dengan ditemukannya tanda pengenal berupa kartu tanda penduduk (KTP) sebanyak sembilan lembar.

“Orangnya sama, tapi KTP-nya bisa banyak. Padahal fotonya sama, nama dan daerah KTP berbeda-beda. Maka dari itu, yang namanya jaringan yang terorganisir pasti menyiapkan banyak cara. Kami juga harus punya cara untuk menangkal, mencegah, dan mengungkap kejahatan ini,” jelasnya.

Didi menegaskan, meski dengan berbagai cara yang namanya kejahatan pasti meninggalkan jejak dan cepat atau lambat akan terungkap. Melihat modus pelaku yang mulai menjajal hotel-hotel untuk dimanfaatkan sebagai sasaran untuk menyimpan narkotik. Polda Kalbar sudah berkoordinasi dengam pihak-pihak hotel untuk bersama menanggulangi kejahatan seperti ini.

Kapolda juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bersinergi mencegah peredaran narkoba di seluruh Kalbar. Dia juga menjamin selama masih memimpin jajaran Polda Kalbar, takkan ada satupun yang boleh melindungi pelaku penyalahgunaan narkoba.

“Selama saya disini tidak ada yang melindungi narkoba ini, karena kita selalu lakukan sosialisasi dan semuanya mendukung untuk memberantas, tidak ada satu pun yang mau melindungi barang haram tersebut,” tegasnya. (sig)

 

Berita Terkait