Jamin Keamanan Hingga di TPS

Jamin Keamanan Hingga di TPS

  Rabu, 13 March 2019 10:30
DEKLARASI: Deklarasi damai pemilu tahun 2019 sekaligus Focus Grup Discussion (FGD) digelar oleh Polres Sintang bekerjasama dengan KPU Sintang, Senin (11/3). HUMAS PEMKAB SINTANG FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariyadi mengatakan pihaknya bersama jajaran TNI menjamin keamanan  pelaksanaan akbar Pemilu tahun 2019 hingga di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).  

Kendati demikian, untuk menyukseskan pesta lima tahun sekali itu, dia menilai perlu dukungan semua pihak guna saling menjaga situasi dan kondisi di lingkungan masyarakat selama masa kampanye dan pada pelaksanaanya nanti. 

“TNI dan Polri siap mengamankan pemilu tahun 2019 ini, jangan sampai ribu-ribut, damai-damai saja. Pasukan polri dan TNI sudah siap mengamankan TPS,” ungkapnya, saat kegiatan Deklarasi Damai Pemilu Tahun 2019 serta pelaksanaan Focus Grup Discussion (FGD) yang digelar di Aula Pendopo Bupati Sintang, Senin (11/3).

Adhe menambahkan pihaknya siap mengamankan pelaksanan pemilu  hingga di tingkat TPS. Pihaknya mempersiapkan 554 personel yang siap ditempatkan di sejumlah TPS  Jumlah ini, kata dia, sebetulnya tidak cukup mengcover 1.414 TPS dan ada penambahan 3 TPS khusus di LP yang ada di Sintang. 

“Personil Polres Sintang hanya 554 orang, bayangkan TPS-nya 1.417 berarti kurang banyak personilnya karena kita katogorikan TPS itu ada aman,rawan satu, rawan dua dan rawan tiga yang kita anggap tidak terlalu rawan makanya ada satu orang personil bisa menjaga 4 TPS di kota-kota yang dekat, kalau yang jauh 1 orang satu TPS karena ada yang jauh di ambalau kalau tidak salah karena waktu perjalanan ke tempatnya butuh waktu 2 hari,” jelas dia. 

Bupati Sintang Jarot Winarno, mengatakan Pemilu di tahun ini merupakan pemilih terbesar sepanjang sejarah perjalanan demokrasi di Indonesia sejak di helat tahun 1955 silam. Dimana pemilu pada 17 April mendatang masyarakat yang memilik hak pilih pada pelaksanaannya akan mendapatkan lima lembar kertas suara. Dengan banyaknya surat suara yang akan dicoblos nanti, menurutnya tidak sedikit masyarakat yang belum paham.

“Jadi hal itu bisa membuat masyarakat tidak mengerti seperti apa prosesnya karena pada kertas suarannya nanti hanya presiden dan wakil presiden yang tertampang gambar foto sementara untu surat suara yang lain sepery DPR RI, DPD, DPRD baik provinsi maupun kabupaten/kota hanya huruf yang tertulis sesuai nama masing-masing,” katanya. 

Jarot menceritakan, pemantau Pemilu di Kabupaten Melawi melakukan ujicoba  pencoblosan di Nanga SSokan.dari uji coba tersebut, kata dia dari 100 surat suara, yang benar hanya enam suara dan 27 sah masuk dalam kay giri sah, namun surat suara yang tercoblos ada pada logo partai. 

Oleh karenanya, lanjut dia, untuk menghindari kesalahan-kesalahan pada pemilu tersebut semua pihak yang terlibat dalam proses pemilu ini harus membantu mensosialisasikannya kepada masyarakat. Kesuksesan pemilu, menurutnya tidak hanya menjadi tugas bagi pelaksana pemilu saja, namun menjadi tanggung jawab semua yang terlibat, termasuk masyarakat. Mengingat juga ini merupakan pesta demokrasi terbesar yang menjadi tantangan Bangsa Indonesia dalam rangka untuk meningkatkan kualitas demokrasi. 

“Tentu kerja berat buat semua jajaran penyelenggara pemilu, teman-teman pemerintah kabupaten juga untuk mendukungnya dengan sosialisasi tentu tugas berat juga bagi para caleg untuk membantu mensosialisasikan agar para calon pemilihnya nanti nyoblosanya benar,” imbunya. 

Di samping itu, Jarot juga meminta kepada para pengurus partai, caleg dan semua yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu untuk saling menjaga situasi dan kondisi terutama di Kabupaten Sintang mengingat waktu menuju hari pelaksanaannya nanti sekitar 40 hari ke depan.  Dalam tahapan kampanye pun, tetap harus menjalin silaturrahmi, hindari penyebaran hoaks, serta menghindari ujaran kebencian.

“Jadi anggota dewan Cuma 5 tahun, hidup di sintang ini sebagai saudara itu seumur hidup jangan sampai persaudaraan, silaturahmi yang sudah kita miliki lalu putus gara-gara kampanye yang kita lakukan. Percayalah yang memutuskan silaturrahmi tidak akan terpilih dan saya yakin di asintang pelaksanaan pemilu akan baik-baik saja,” pungkasnya.(sti)

Berita Terkait