Jalur Masih Berbahaya, Rinjani Ditutup

Jalur Masih Berbahaya, Rinjani Ditutup

  Rabu, 1 Agustus 2018 13:58

Berita Terkait

Pendaki, Porter, dan Warga yang Berlindung di Gua Sudah Dievakuasi

 
LOMBOK TIMUR – Bahagia betul M. Bagus Novandi begitu melihat helikopter melayang dan kemudian mendarat di Plawangan Sembalun. Senin pagi (30/7), sekitar pukul 09.00 Wita, itu, pria 23 tahun tersebut merasa doanya terjawab.

Bersama Suharti dan Erlin Halimatussadiyah, Bagus pun dievakuasi dari Plawangan Sembalun menuju posko terpadu di Sembalun. ”Saya terus berdoa memohon supaya tim penyelamat segera datang. Dua malam kami menginap di Danau Segara Anak,” ucap dia.

Bagus dan Erlin merupakan staf Suharti. Ketiganya bekerja di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Bagus dan Erlin mendampingi Suharti yang memang gemar naik gunung.

Mereka tiga pendaki terakhir yang dievakuasi dari Gunung Rinjani sejak gempa menghantam Lombok Minggu pagi (29/7). Total ada enam orang dan satu jenazah yang dievakuasi kemarin (31/7). Di luar tiga pendaki itu, ada seorang guide dan dua porter yang dievakuasi lewat jalur darat.

Setelah mendaratkan Suharti, Bagus, dan Erlin di Sembalun pada pukul 09.02 Wita, helikopter terbang sekali lagi ke Plawangan Sembalun untuk mengangkut jenazah Muhammad Ainul Muskin. Jenazah pendaki asal Makassar tersebut mendarat di tempat yang sama pukul 11.25 Wita.

Dengan tibanya jenazah Ainul, operasi evakuasi dinyatakan selesai. Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (BNPP) alias Basarnas sudah memastikan tidak ada lagi pendaki di gunung itu (perincian evakuasi lihat grafis).

Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji mengungkapkan, sejak awal pihaknya memang telah menyiapkan dua strategi evakuasi. Tujuannya tidak lain mengantisipasi cuaca buruk yang kerap jadi kendala. Maksimal kemarin sore. ”Pukul 17.00 Wita harus sudah klir,” ucapnya.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, jumlah pendaki yang turun dari Gunung Rinjani sejak Minggu sampai kemarin 1.226 orang. Itu tidak termasuk satu jenazah korban meninggal dunia. Dari angka tersebut, ungkap Bambang, 543 di antaranya turun gunung dua hari lalu (30/7). ”Hari ini (kemarin, Red) tiga pendaki dan satu jenazah,” imbuhnya.

Sebelum diterbangkan, jenazah Ainul dipanggul tim darat ke Plawangan Sembalun. ”Karena di Plawangan (Sembalun) itu satu-satunya yang bisa landing helikopter (selain Danau Segara Anak, Red),” ujar Bambang.

Bertolak dari posko kesehatan sekitar pukul 11.00 Wita, helikopter tersebut sudah kembali pukul 11.25. Jenazah mahasiswa asal Makassar yang meninggal seusai gempa Minggu lalu itu lantas dibawa ke rumah sakit.

Bambang menyampaikan bahwa tim darat yang turun bersama dua porter dan seorang guide sudah menyisir jalur pendakian gunung tersebut. Hasilnya klir. Sama sekali tidak ada pendaki yang tersisa. ”Klir, sudah aman saya pastikan,” tegasnya.

Selanjutnya, Basarnas berjaga di posisi yang telah ditetapkan sebelumnya. Termasuk di antaranya di Sembalun. Bambang tidak langsung menarik mundur anak buahnya untuk mengantisipasi kondisi darurat. ”Kami tetap stand by,” tambah dia.

Di Jakarta, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, tim evakuasi juga menemukan tujuh penduduk lokal di Gua Susu atau Aik Kalaq. Mereka bergabung dengan tiga orang yang dievakuasi lewat jalur darat.

Sutopo lantas menyatakan, status jalur pendakian menuju puncak Rinjani masih ditutup. Kapan akan dibuka kembali bakal diputuskan dalam rapat koordinasi lintas instansi. Pertimbangan menutup sementara jalur pendakian Rinjani antara lain adalah aksesnya yang masih berbahaya. Sutopo mengatakan, sampai kemarin gempa susulan masih kerap terjadi. Total, sejak gempa utama mengguncang, ada 346 kali gempa susulan.

Menurut Sutopo, potensi gempa susulan bisa membahayakan pendaki. Sebab, dilaporkan masih ada material bebatuan yang rawan longsor jika terkena guncangan gempa. Dia juga menyatakan, ada sejumlah jalur pendakian yang tertutup longsor. Selain itu, di sejumlah titik di Segara Anak ada sisa-sisa reruntuhan longsor. (syn/wan/c9/ttg)

Berita Terkait