Jalan Padat Karya Rusak Parah, Warga Kerap Kecelakaan

Jalan Padat Karya Rusak Parah, Warga Kerap Kecelakaan

  Senin, 25 January 2016 09:18
RUSAK PARAH: Jalan Padat Karya, Pontianak Timur rusak parah. Beberapa warga mengalami kecelakaan ketika melewati jalan berkubang lumpur ini. Aristono/Pontianak Post

Berita Terkait

PONTIANAK – Warga Jalan Padat Karya, Parit Mayor, Pontianak Timur meminta Pemerintah Kota Pontianak untuk memperbaiki jalan tersebut. Sejak musim penghujan dimulai, jalan di sana memang rusak parah. Jalan kota yang belum diaspal dan masih berupa tanah tersebut berubah jadi kubangan. Air menggenang di banyak sisi. Sementara sisi lainnya menjadi becek.

Jalan rusak dan berlubang tersebut sudah beberapa kali memakan korban kecelakaan. Beberapa warga yang mengendarai sepeda motor sering terjatuh di jalan ini. “Saya sudah tiga kali jatuh di sini. Karena jalannya licin. Kaki dan tangan saya sampai lecet dan motor saya rusak,” ujar Erwin (38), salah seorang warga di Gang Amanah, tak jauh dari Jalan Padat Karya.Hal yang sama diungkapkan Arief Nugroho, warga Komplek Shiddiq Khatulistiwa Residence di sekitar jalan itu. Menurutnya saban hari dia harus berjuang dengan jalanan rusak, becek dan kotor. “Saya pernah terpeleset sekali di situ. Saya mohon kepada pemerintah untuk segera lah mengaspal jalan tersebut. Atau paling tidak diperbaiki dan diperkeras,” kata dia.

Syarif Saiful (30), warga di komplek yang sama juga pernah jatuh di jalan yang cukup sering dilintasi warga sekitaran Parit Mayor dan Sungai Ambawang tersebut. Dia bahkan membawa anaknya yang baru berusia 4 tahun saat terjatuh dari motor. “Saya pas bawa anak asya . Padahal sudah pelan-pelan, tetapi karena harus melewati kubangan cukup panjang, saya tidak bisa menjaga keseimbangan dan jatuh, walaupun tidak parah,” imbuhnya.

Warga sekitar sendiri sebenarnya tidak tinggal diam. Beberapa waktu lalu, setiap akhir pecan warga gotong royong untuk menimbun kubangan dengan bebatuan, pasir dan tanah. Mereka patungan untuk membeli bahan-bahan tersebut. Beberapa developer juga turut menimbun lubang. Namun setiap kali ditimbun, muncul lubang baru di tempat yang sama atau di sisi lainnya. Hal ini lantaran banyaknya truk lalu lalang di sana. Kawasan tersebut memang tengah berkembang. Pembangunan perumahan marak terjadi di sana.

Askab (56), salah seorang warga senior di sana berharap segera ada sentuhan tangan pemerintah dalam pembenahan jalan rusak tersebut. “Kami sudah capek jalan di sini rusak terus. Warga melakukan tambal sulam sendiri. Tetapi tidak bertahan lama karena banyak truk pengangkut pasir dan tanah yang lewat. Mungkin pemerintah bisa segera mengaspal jalan di sini,” kata dia.Selain masalah jalan, warga juga mengeluhkan pasokan air bersih dari PDAM. Kebanyakan warga menggunakan air sumur untuk aktivitas kesehariannya. Sebagian  rumah di Parit Mayor memang sudah teraliri air PDAM. Namun banyak pula komplek dan gang yang menginginkan layanan kebutuhan dasar serupa dari pemerintah. (ars)

Berita Terkait