Jajaki Potensi Pasar Wisata di Sarawak dan Brunei

Jajaki Potensi Pasar Wisata di Sarawak dan Brunei

  Senin, 13 Agustus 2018 10:00
WISATA: Tim Asita Kalbar saat menjajaki pariwisata di Miri Sarawak dan Brunei Darussalam. Kedekatan jarak dengan Kalbar membuat negara-negara tersebut menjadi pangsa potensial untuk wisata Kabar. JEWITA FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Association of the Indonesian Tour and Travel Agencies (ASITA) Kalimantan Barat  elakukan penjajakan kerjasama paket perjalanan wisata di dua negara yakni Miri, Sarawak, Malaysia dan Brunai Darussalam. "Penjajakan dilakukan ini bekerjasama dengan Sarawak Tourism Board atau STB dan agen perjalan Brunei. Apa yang kita lakukan dirangkai dengan kegiatan Famtrip ASITA Kalbar dimulai 10 - 14  Agustus 2018," ujar Ketua ASITA Kalbar, Nugroho Henray Ekasaputra, kemarin (12/8).

Nugroho menjelaskan melalui pertemuan antara agen perjalanan yang difasilitasi STB  bisa saling menjual paket wisata negara masing - masing. "Sesi pertemuan ini bukan hanya kita mencari peluang paket wisata apa yang bisa dijual. Namun kita juga akan menawarkan paket wisata kita ke negara tetangga ini," jelas dia.

Menurutnya Kota Kuching dan Miri yang merupakan kawasan Sarawak, Malaysia selain jarak dengan Kalbar tidak terlalu jauh juga memiliki hubungan yang baik dan wisata yang ditawarkan menarik. "Selama ini untuk kawasan Kuching dan sebaliknya Kalbar, mobilitas wisatawan antar dua daerah tersebut sudah sangat ramai. Namun untuk Miri itu masih sama - sama perlu ditingkatkan. Untuk itu kerjasama ini kita maksimalkan lagi," papar dia.

Dia megatakan, Miri memiliki paket wisata sangat pas dengan negara Brunei. Hal itu karena jarak Miri dengan negara Brunei yang sangat dekat. "Jadi untuk paket wisata ke Miri otomatis nanti sekalian Brunei. Sebaliknya dari negara tersebut juga bisa manjadi perantara ke negara kita," papar dia.

Terkait destinasi di Kalbar yang menarik dijual menurut terdapat beberapa obyek wisata dan atraksi wisata. Kalbar memiliki budaya dengan keberagaman suku dan keunikannya. "Khusus di Kota Pontianak yang sebagai pintu gerbang ke Kalbar, untuk wisata yang menjadi andalan wisata kuliner. Makanan yang enak bisa menjadi tujuan. Selain itu ada titik kulminasi di Tugu Khatulistiwa serta beberap pesona Pontianak lainnya," jelas dia.

Untuk atraksi budaya yang sudah kelas internasional yang bisa menarik wisatawan luar yakni Cap Go Meh di Singkawang dan Pekan Gawai Dayak. Dua evan tersebut mampu menarik minat wisatawan luar ke Kalbar. "Obyek wisata dan atraksi wisata serta lainnya itu yang kita kenalakan di sini sesama  agaen perjalanan. Semoga ini membuka pasar paket perjalanan dan beberapa negara yang terkait ramai dikunjungi wisatawan luar ke negara masing - masing," jelas dia.

Sejumlah agenda dilakukan selama famtrip berlangsung mulai mengunjungi tempat wisata di Brunei, Miri dan pertemuan dengan agen perjalanan setempat. Tidak hanya para pelaku agen perjalanan, Asita juga membawa serta komunitas Jewita atau Jejaring Wisata Kalbar dalam trip tersebut. (ars)  

Berita Terkait