Jaga Kota Tetap Tenang

Jaga Kota Tetap Tenang

  Jumat, 16 February 2018 08:30
BERDOA: Warga Tionghoa berdoa menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di Vihara Paticca Samuppada di Jalan WR Supratman, Kamis(15/2). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK – Presiden Indonesia, Joko Widodo dijadwalkan menghadiri perayaan Cap Go Meh di Pontianak pada hari kelima belas selepas Imlek. Hal tersebut diungkapkan Kepala Polda Kalbar Irjen Didi Haryono usai gelar pasukan Operasi Liong Kapuas 2018 di Pontianak, kemarin. 

"Cap Go Meh tahun ini, rencananya akan dihadiri oleh Presiden. Tunjukkan performa terbaik selama operasi," kata Didi, “Presiden bukan pertama kali datang ke Kalbar. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di Kalbar ini." 

Operasi Kepolisian Liong Kapuas 2018 akan dilaksanakan selama 17 hari, dimulai 15 Februari hingga 3 Maret 2018, melibatkan 950 personel kepolisian yang dibantu oleh TNI dan pemda.

Ada lima daerah operasi, yakni Pontianak, Mempawah, Singkawang, Bengkayang, dan Sambas, yang dibantu oleh Satgas Polda Kalbar. 

Didi mengungkapkan, untuk menunjukkan bahwa pihaknya siap untuk mengawal, menjaga dan mengiringi jalannya pelaksanaan Imlek dan Cap Go Meh 2018, sekaligus melakukan pengecekan, cross cek dan final cek terhadap segala aspek kesiapan operasi, baik dari sisi personel, anggaran, sarana prasarana, serta metode operasi yang akan diterapkan dalam pengamanan perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

"Apel ini juga ditujukan untuk memberikan keyakinan yang memadai kepada masyarakat bahwa jajaran TNI, Polri dan warga masyarakat di Kalimantan Barat, serta pemerintah daerah, telah siap untuk mengamankan perayaan Imlek dan Cap Go Meh ini," lanjutnya.

Menurut Didi, Operasi Kepolisian Liong Kapuas 2018 bersifat terbuka, yang didukung dengan pengamanan yang bersifat tertutup. Operasi juga akan dilaksanakan dalam bentuk pengamanan kegiatan terhadap perayaan Imlek dan Cap Go Meh dengan tujuan terjaminnya kenyamanan warga masyarakat.

"Pengamanan dilakukan di tempat-tempat perbelanjaan seperti Mall, pasar-pasar, pusat keramaian, tempat ibadah, terminal, pelabuhan laut, tempat rekreasi, pemukiman penduduk, serta gudang-gudang logistik masyarakat dan objek vital lainnya," paparnya.

Sementara kegiatan yang harus diamankan meliputi ibadah imlek dan Cap Go Meh di Vihara dan Klenteng, parade lentera, parade tatung, kegiatan arus mudik dan balik, serta aktivitas rutin masyarakat lainnya.

Didi juga menghimbau peserta apel untuk dapat mengenali setiap potensi kerawanan yang ada, seperti potensi konflik yang bersumber dari pandangan intoleran dan kejahatan konvensional, seperti kejahatan jalanan, kemacetan dan kecelakaan lalulintas.

"Kepada seluruh peserta apel, agar senantiasa mewaspadai dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul, terlebih perayaan Cap Go Meh dan Imlek kali ini juga bertepatan dengan agenda politik nasional, yaitu pilkada serentak," imbuhnya lagi.

Kapolda juga menyampaikan perbandingan hasil operasi liong tahun 2016 dan tahun 2017, kejahatan konvensional meningkat dari 123 kasus pada 2016, menjadi 177 kasus pada 2017.

"Hal ini didominasi umumnya oleh kasus-kasus pencurian pemberatan, pencurian kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor," terangnya.

Sedangkan kecelakaan lalulintas juga disampaikannya meningkat dari 16 kasus pada operasi tahun 2016, menjadi 21 kasus pada tahun 2017. Korban meninggal dunia meningkat dari satu orang tahun 2016, menjadi 6 orang tahun 2017.

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Kota Pontianak Mahmudah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga kondusifnya perayaan imlek 2018. Baik warga yang merayakan ataupun tidak agar sama-sama menjaga kondisi aman, nyaman dan damai. 

"Di kota ini baik yang akan merayakan imlek ataupun tidak semoga tetap dalam keadaan kondusif," katanya, Kamis (15/2).  

Artinya, lanjut dia, yang tidak merayakan imlek harus menghargai saudara yang merayakannya. Menjaga kondisi agar tetap damai, sehingga dengan demikian mereka yang merayakan juga merasa tenang menjalankan aktivitas kepercayaannya. 

Karena bagaimanapun, yang merayakan imlek juga merupakan warga Pontianak, warga negara Indonesia yang memilik hak sama dalam menjalankan kepercayaan masing-masing. "Oleh karena itu berikan rasa aman, nyaman kepada seluruh warga Kalbar khususnya Kota Pontianak," pesannya. 

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak juga sudah berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mensukseskan even perayaan imlek dan Cap Go Meh 2018 di Kota Pontianak. Berbagai agenda sudah disiapkan, seperti pawai arakan naga dan barongsai. 

Untuk itu ia mengingatkan, seluruh warga agar turut mensukseskan even yang masuk dalam agenda wisata tahunan ini. "Saat kegiatan paling tidak menjaga agar jangan sampai terjadi macet dan lain sebagainya, tapi pada dasarnya seluruh kegiatan sudah diatur Pemkot dan pihak terkait lainnya," terangnya. 

Intinya bagaimana agar, masyarakat yang merayakan merasa aman dan nyama, sementara yang tidak merayakan juga tidak merasa terganggu. "Sama-sama menciptakan kondusivitas, rasa aman dan nyaman. Kita tahu warga Kota Pontianak sudah puluhan tahun hidup rukun bersama, tanpa ada masalah. Semoga tetap berjalan dengan keadaan yang aman dan nyaman," tutupnya.(arf/bar)

Berita Terkait