Jaga Asa Empat Gelar

Jaga Asa Empat Gelar

  Senin, 18 March 2019 09:14
Eksekusi:Pemain depan Manchester City, Sergio Aguero melakukan selebrasi usai mengeksekusi penalti ke gawang Swansea City pada pertandingan babak perempat final FA Cup di Stadion Liberty (17/3). Reuters/John Sibley

Berita Terkait

SWANSEA – Manchester City memperbesar kans empat gelar atau quadruple musim ini. Setelah memenangi trofi perdananya musim ini, Piala Liga, pada akhir Februari lalu City melesat ke semifinal Piala FA. 

Kemarin (17/3) pada babak perempat final di Stadion Liberty, City mempermalukan tuan rumah Swansea City dengan skor 3-2. City pun bergabung dengan Watford serta Wolverhampton Wanderers sebagai semifinalis turnamen sepak bola tertua di Inggris itu. 

City kebobolan dua gol lebih dahulu lewat penalti Matt Grimes pada menit ke-20 kemudian disusul Bersant Celina (29'). City kemudian menjungkirkan situasi keunggulan tuan rumah di babak kedua lewat Bernardo Silva (69'), bunuh diri Kristoffer Nordfeldt (78'), dan Sergio Aguero (88'). 

Nah, kemenangan The Citizens kemarin dicibir oleh pemain Swansea didapatkan dengan jalan tak adil. Yakni Video Assistant Referee (VAR) tak digunakan di pertandingan ini. Absennya pemakaian VAR  di laga ini karena regulasi regulasi Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menyatakan VAR hanya dipakai apabila laga dilangsungkan di kandang tim Premier League. 

Penyebab gol kedua City memang kontroversi. Wide attacker City Raheem Sterling dianggap diving ketika dijatuhkan bek Swansea  Cameron Carter-Vickers di kotak penalti. Namun wasit Andre Marriner menunjuk titik putih. Eksekusi Aguero sempat membentur sisi kanan bawah kiper Swansea  Nordfeldt namun akhirnya jadi gol karena bola pantulannya mengenai tangan  Nordfeldt. Sedang gol kemenangan City dua menit jelang waktu normal habis diprotes karena Aguero dalam posisi offside. 

“Sejujurnya saya tak melihatnya. Namun jika gol kedua dan ketiga tak layak jadi penalti serta offside seperti yang dikatakan saya meminta maaf,” kata Guardiola kepada ESPN. “Silakan tanyakan kepada otoritas Piala FA mengapa VAR tak digunakan,” tambah eks pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen itu. 

Mengenai kansnya menyapu bersih titel level domestik musim ini, Guardiola tak seberapa bangga. Sebab parameter kesuksesan yang dilabeli pada Guardiola adalah memenangi Liga Champions. Seperti yang dilakukannya bersama Barca. 

“Orang-orang menilai saya gagal di Bayern karena untuk mencapai final pun tim ini tak mampu mencapainya. Saya harus menerima label kesuksesan di masa lalu harus juga dicapai di klub manapun saya berada,” tutur pelatih yang memberikan 14 gelar dalam empat musim di Barca itu. 

Dalam tiga musim di Bayern (2013-2016), Guardiola mempersembahkan tujuh piala. Namun hat-trick kekalahan di semifinal yang dialami Bayern pada kancah Liga Champions itu dianggap satu aib. (dra)
 

Berita Terkait