Jadikan Kapuas Hulu tak Beketergantungan Padi

Jadikan Kapuas Hulu tak Beketergantungan Padi

  Sabtu, 11 Agustus 2018 10:33
PENGARAHAN: Wabup Antonius L. Ain Pamero saat memberikan arahan pada pertemuan Penyuluh Pertanian tingkat Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2018 di Aula pertemuan Dinas Pertanian dan Pangan setempat, Rabu (8/8). MUSTA'AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Dengan konsennya pengembangan padi di daerah, harapannya Kapuas Hulu tidak lagi ketergantungan suplai padi dari daerah luar. Hal tersebut diungkapkan Paing Wandi, sekretaris Dinas Petanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, saat menghadiri Pertemuan Penyuluh Pertanian tingkat Kabupaten Kapuas Hulu, beberapa waktu lalu.

“Oleh karenanya, peningkatan produktivitas tanaman padi tersebut akan terus digenjot,” kata dia. “Karena Pemda kita akan fokus dengan beberapa commodity, misal tanaman padi yang menjadi kebutuhan kita semua,” timpal Paing.

Kemudian selain padi, sebut dia, ada ubi kayu, yang saat ini tengah dikembangkan. Tahun depan, dia menyebutkan, akan dilakukan perluasan areal. “Selanjutnya commodity jagung yang terus dikembangkan. Hanya luasan tanamannya masih di bawah ubi kayu. Karena kalau ubi ini sudah ada pembicaraan Pak Bupati dengan pihak PT. Bogasari, kebetulan direkturnya masih di sini (Kapuas Hulu, Red) dan meninjau langsung ke perkebunan ubi tersebut,” papar Paing

Paing berharap, dengan dilakukannya pertemuan bersama seluruh penyuluh tersebut akan menghasilkan suatu terobosan, untuk membangun sektor-sektor pertanian potensial yang ada di Bumi Uncak Kapuas di masa-masa akan datang. Dia menjelaskan, pertemuan dengan para penyuluh tersebut dalam rangka penyampaian evaluasi dan program tahun 2018 serta rencana pembangunan pertanian tahun 2019. “Terkait dengan perencanaan nanti akan kita bahas bersama dari masing-masing desa apa saja usulannya,” kata dia. 

Kegiatan ini dihadiri Kepala Pusat Penyuluhan BPSDM Pertanian Kementerian Pertanian RI. Hadir pula Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Muhammad Sukri serta tamu undangan lainnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero, saat membuka kegiatan tersebut mengajak para peserta penyuluh pertanian untuk lebih fokus terhadap kemajuan program yang telah disusun dan ditetapkan, sebagai agenda pembangunan pertanian berkelanjutan dengan berbasis sumber daya daerah. Melalui konsep program pembangunan pertanian secara terencana, terarah, dan berkelanjutan, dia berharap agar semua mampu mencapai swasembada pangan berkelanjutan. “Karena Kabupaten Kapuas Hulu memiliki sumber daya alam yang melimpah, yang mesti kita kelola dan manfaatkan secara optimal,” papar Wabup.

Menurut Wabup, kondisi potensi sumber daya daerah Kabupaten Kapuas Hulu sangat memungkinkan, untuk pengembangan kawasan sentra unggulan dan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, nilai tambah, dan daya saing produk terhadap permintaan pasar lokal, regional maupun global. “Seperti cetak sawah, pengembangan ubi kayu yang sedang berjalan, beras Raja Uncak, sorgum yang multifungsi, dan lainnya,” ucap Wabup.

Untuk itu Wabup berharap dalam pengembangan produk-produk unggulan tersebut, dukungan Kementerian Pertanian RI agar dapat meningkatkan kerja sama berbagai kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan dia seperti pelatihan, dukungan pembiayaan, dan sarana prasarana penyuluhan pertanian yang memadai. (aan)

Berita Terkait