Jadikan Ikon Wisata Air, Pemkot Kembali Tata Parit Sungai Jawi

Jadikan Ikon Wisata Air, Pemkot Kembali Tata Parit Sungai Jawi

  Senin, 24 September 2018 10:53
Seribu Parit: Untuk mewujudkan kota wisata air masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah kota. Dok.Pontianak Post

Berita Terkait

Pejabat Sementara Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Penataan Parit Sungai Jawi akan dilakukan Januari 2019 mendatang. Tugas berat dalam penataan parit itu adalah persoalan limbah. “Pembenahan sanitasi memang berat. Utamanya limbah rumah tangga, restoran dan limbah pasar yang langsung ke parit. Nanti akan kita benahi agar limbah tersebut dapat tersaring,” ucap Edi saat menghadiri lomba dayung perahu naga, HUT TNI bertempat di gertak satu parit Sungai Jawi, Minggu (23/9).

Rencana pengerjaan perbaikan kawasan Parit Sungai Jawi kata Edi akan dilakukan Januari 2019.  Dalam upaya tahap awal, penataaan air yang akan diupayakan bersih. Pertama dari sampah dan endapan lumpur. Ke dua baru dipikirkan untuk meningkatkan kualitas air parit menjadi lebih baik. “Untuk yang satu ini kita akan cari treatmen khusus  bagaimana mengembalikan kualitas air agar tetap bersih seperti dulu,” ungkapnya.

Tak hanya normalisasi parit. Penataan pinggir parit Sungai Jawi lanjut Edi bakal dilakukan lagi. Termasuk pelebaran Jalan Hasanudin dan HR Arahman. Ini semua dilakukan untuk membuat Parit Sungai Jawi menjadi salah satu ikon Pontianak. Dengan bagusnya kondisi parit Sungai Jawi, maka bakal banyak kegiatan-kegiatan air. Seperti saat ini (kemarin) TNI menggunakan Parit Sungai Jawi sebagai tempat pelaksanaan lomba dayung. Edi sangat mengapresiasi kegiatan ini. Karena secara tak langsung bisa menaikkan citra Kota Pontianak.

Ditanya kendala pasang surut saat pelaksanaan olahraga air di Parit Sungai Jawi, tambah Edi merupakan peristiwa alam. Upayanya, selain melakukan pengerukan parit, ketika ada even juga minta bantuan BMKG untuk mengetahui jam pasang surut air Sungai Kapuas.

Terpisah, Ketua DPRD Pontianak, Nurfadli yakin, ke depan Parit Sungai Jawi bisa menjadi satu ikon wisata air. Dalam upayanya, Pemerintah sudah melakukan penurapan sepanjang tepian Parit Sungai Jawi. Tak hanya itu, penanaman pepohonan dan menempatkan kursi sebagai tempat santai dibeberapa titik sudah dilakukan.

Tentunya, untuk mewujudkan kota wisata air kata dia masih banyak yang harus dilakukan pemerintah. Selain pengerukan, persoalan limbah rumah tangga, pasar, restoran sampai parit jadi PR utama. “Ini akan berpengaruh pada kualitas air. Karena limbah yang menyebabkan kualitas air menjadi hitam,” tegasnya.

Butuh sinergisitas semua pihak untuk mewujudkan ini. Artinya, dalam upaya mewujudkan wisata air Parit Sungai Jawi, tak hanya berharap dari pemerintah saja. Kesadaran masyarakat agar tak membuang sampah sembarang ke parit, sampai penataan limbah agar tak keluar ke Parit Sungai Jawi mesti jadi perhatian semua pihak. Jika sudah memiliki rasa cinta akan lingkungan, ia rasa mimpi mewujudkan Sungai Jawi jadi tempat wisata air ke depan bakal terwujud.(iza) 

Berita Terkait