Jadi Sahabat dan Teman Cerita Anak

Jadi Sahabat dan Teman Cerita Anak

  Sabtu, 21 April 2018 09:10

Berita Terkait

Dra. Mahmudah, MM; Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Pontianak

-----------

Puluhan tahun berkarir menjadi seorang birokrat, tak membuat Dra. Mahmudah, MM abai terhadap kewajiban dan perannya sebagai ibu rumah tangga. Ia pun harus cermat membagi waktu antara pekerjaan dan mendidik anak-anaknya.

 

Semangat perjuangan RA Kartini sebagai pahlawan dan tokoh perempuan Indonesia tertanam dalam dirinya. Baginya perempuan masa kini harus ikut andil dalam kemajuan bangsa.

Apalagi sejak Februari 2018, Mahmudah yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Kesra Setda Kalbar dipercaya menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Pontianak. Sebagai orang nomor satu di Kota Pontianak otomatis kesibukannya bertambah. Pengertian dan dorongan keluarga merupakan kekuatan untuk bisa menjalankan segala rutinitas dengan baik.  

Wanita kelahiran Singkawang 21 Agustus 1966 ini bercerita, dari awal karir, sebelum berkeluarga, ia selalu terbuka dengan pasangannya. Terutama memberikan pengertian bahwa dirinya adalah wanita pekerja. Jangan sampai setelah menikah mucul tuntutan untuk berhenti atau meninggalkan pekerjaan.   

“Saya memang punya latar belakang di pemerintahan, jangan di tengah jalan saya berhenti. Sampai sekarang kalau bukan karena dorongan keluarga saya bukan apa-apa. Suamilah yang selalu mendukung,” kata Mahmudah saat diskusi di Graha Pena Pontianak Post, Selasa (17/4) lalu. 

Kini telah lebih dari 30 tahun ia mengabdi sebagai ASN di Pemerintah Provinsi Kalbar. Selama itu pula ia dituntut menjadi pelayan masyarakat sekaligus pengurus rumah tangga. Karena itu ia harus cermat membagi waktu. Terutama untuk anak-anak.

“Saya selalu mengatakan (ke suami) walaupun saya bekerja, saya tidak akan mengabaikan anak-anak. Kebutuhan bersama (keluarga) tetap dioptimalkan,” ungkap ibu dua anak itu.

Caranya dengan mengoptimalkan waktu luang atau libur sebaik-baiknya. Manfaatkan waktu tersebut hanya untuk berkumpul bersama keluarga.

“Pokoknya saat ada waktu luang dioptimalkan. Sehingga walaupun nanti kita meninggalkan anak-anak (untuk bertugas), mereka tetap dekat. Saya betul-betul berupaya membagi waktu,” ujar wanita yang berkarir sebagai ASN sejak 1987 itu.

Jika di hari libur masih juga banyak kegiatan yang harus dihadiri, Mahmudah memiliki cara lain. Untuk tetap dekat dengan kedua anaknya, ia pun mengajak anak-anak ikut serta. Hal tersebut dilakukan agar sekaligus mengenalkan tanggung jawab dan pekerjaannya kepada sang buah hati.

“Saya selalu membawa anak-anak kalau ada kesempatan. Agar mereka tahu seperti apa pekerjaan kita dan melihat langsung,” ceritanya.

Selain itu, ia menilai ada sisi positif bagi anak-anak yang memiliki ibu seorang pekerja yakni lebih mandiri. Meski demikian, tak dipungkiri di era kemajuan teknologi seperti saat ini, anak-anak rentan terkontaminasi dengan hal-hal negatif.

Menjawab masalah itu, Mahmudah selalu mengupayakan menjadi pendengar yang baik bagi anak-anaknya. Berusaha supaya orang pertama yang menjadi tempat bercerita adalah ibu. Terbukti sampai kini anak pertama yang sudah berkuliah dan yang kedua masih duduk di bangku SMA selalu dekat dengan dirinya.

“Saya selalu mengingatkan anak-anak dan menjadi teman curhat yang baik bagi mereka. Agar ketika ada apa-apa (anak-anak) selalu terbuka dan bercerita ke ibunya, untuk dapat solusi. Saya harap saya selalu bisa menjadi teman yang baik untuk anak-anak saya,” pungkasnya. (bar)

 

 

 

Berita Terkait