Jadi Pembuktian Agus Prayogo

Jadi Pembuktian Agus Prayogo

  Jumat, 2 September 2016 09:55

Berita Terkait

JAKARTA – Seorang Agus Prayogo boleh gagal menembus Olimpiade Rio 2016 lewat nomor maraton. Tetapi, di PON XIX/2016 Jawa Barat, dia bertekad untuk kembali menjadi penguasa lari kategori jarak jauh. Upaya Agus di PON nanti sekaligus akan menjadi pembuktian buat anggota aktif TNI AD tersebut.

Terlebih jikalau mengaca prestasi pelari 31 tahun di edisi PON 2012 lalu. Di Pekanbaru empat tahun lalu, Agus tampil dengan mendominasi di tiga nomor lomba, 1500 meter, 5000 m, dan 10.000 m. Dua medali emas dan satu perak 1500 m jadi catatan terbaik dia di Pekanbaru.

Tetapi kali ini dia membela Jabar yang notabene menjadi tuan rumah, Agus tetap akan tampil kembali di tiga nomor sekaligus. Hanya, nomor 1500 meter tidak lagi dia perjuangkan, kali ini, dia akan turun di nomor maraton yang menjadi perhatian dia dalam dua tahun terakhir.

Bali Marathon 2016 menjadi ajang try out terakhir buat Agus yang mengincar tiga medali di PON tahun ini. Saat di Bali Marathon yang digelar pekan lalu, Agus turun di kategori half marathon, dia mencatatkan waktu 1 jam, 10 menit, dan 24 detik, sekaligus menempatkan dia di podium ketiga kategori umum.

”Maunya bisa kembali juara, kali ini untuk Jawa Barat,” terangnya. Sebab, empat tahun lalu Agus masih tercatat sebagai atlet Jawa Tengah. Dengan dukungan publik tuan rumah, pelari yang juga masuk pelatnas atletik jarak jauh itu menegaskan kalau dirinya akan berjuang lebih keras. Sejak awal 2016 lalu, Agus yang berlatih keras untuk bisa menembus Olimpiade Rio 2016.

Sayangnya, perjuangan dia di Gold Coast Airport Marathon awal Juli lalu tertahan. Dia membukukan waktu 2 jam, 21 menit, 8 detik. Padahal limit yang dibutuhkan Agus untuk lolos yakni 2 jam 19 menit. Tetapi, pelajar besar yang dia dapatkan adalah dia semakin siap untuk tampil di nomor barunya pada PON kali ini.

”Yang jelas, secara kesiapan saya sudah cukup siap untuk tampil di tiga nomor itu,” ujarnya. Sekarang, dia kembali ke base camp pelatnas di Penglengan, Bandung untuk persiapan akhir sampai PON nanti.

Sementara itu, penantang terkuat buat Agus adalah Jauhari Johan dari Sumatera Selatan. Sejak SEA Games 2011 keduanya bersaing ketat untuk dua nomor spesialis mereka, 5000 m dan 10.000 meter. Selama itu pula, Agus selalu dominan terhadap Johan.

Tetapi, Johan yang kini tengah menggeluti dunia triatlon bersemangat untuk bisa berprestasi lagi di lintasan lari. ”Saya masih menyimpan mimpi untuk bisa mengalahkan Agus,” katanya. Serangkaian race triatlon dan lomba lari yang dia ikuti selama ini masih belum bisa membuktikan kalau dirinya masih jadi penantang Agus.

Termasuk saat Bali Marathon lalu, kalau Agus menjadi juara kedua di kategori umum, di kategori nasional, Johan menempati peringkat pertama. Namun, catatan waktu Johan lebih lama sekitar empat menit ketimbang Agus. Selain keduanya, Asmara Bara dari Jawa Barat dan Atjong Tio (Jateng) juga akan menjadi salah satu kontestan yang akan bersaing memperebutkan medali emas PON 2016 kategori lari jarak jauh. (nap)

Berita Terkait