Jadi Kurir Napi, IRT Edarkan Sabu

Jadi Kurir Napi, IRT Edarkan Sabu

  Senin, 24 June 2019 11:19
PENGEDAR SABU: KM, seorang ibu rumah tangga paruh baya dibekuk bersama 32 paket barang bukti sabu-sabu di rumahnya di daerah Landau, Dusun Petuakan, Desa Air Upas Kecamatan, Air Upas, Jumat (21/6) siang. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Seorang wanita paruh baya di Kecamatan Air Upas ditangkap polisi karena diduga sebagai pengedar sabu-sabu, Jumat (21/6) lalu. Sebanyak 32 paket siap edar diamankan dari tangan ibu rumah tangga ini. Dia diduga sebagai kurir yang diperintahkan oleh salah satu narapidana (napi) yang sedang mendekam di Lapas Kelas II Ketapang.

Kepala Polres (Kapolres) Ketapang, AKBY Yury Nurhidayat, menjelaskan bahwa wanita yang ditangkap tersebut berinisial KM (43). Dia ditangkap di rumahnya di daerah Landau, Dusun Petuakan, Desa Air Upas, Kecamatan Air Upas pada Jumat lalu, sekitar pukul 14.30 WIB. "Dia ditangkap oleh anggota Polsek Marau bersama sejumlah barang bukti narkoba jenis sabu," kata Yury, kemarin (23/6) di Mapolres.

Yury menjelaskan, barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya 32 paket sabu-sabu yang dikemas ke dalam kantong plastik kecil. Paket sabu-sabu tersebut, menurut Kapolres, siap diedarkan di daerah tersebut. Selain paket serbuk haram tersebut, anggotanya juga mengamankan plastik klip yang masih kosong, uang tunai yang diduga hasil dari penjualan barang haram tersebut, serta alat timbang elektrik.

Yury mengungkapkan, penangkapan KM berasal dari informasi masyarakat. Masyarakat, menurut dia, menduga jika rumah pelaku ini digunakan untuk transaksi narkoba oleh pemiliknya. "Anggota Polsek Marau melakukan penyelidikan karena berdasarkan informasi yang didapat di rumah tersangka sering  terjadi transaksi narkoba jenis sabu," jelasnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, anggotanya akhirnya menduga jika rumah tersebut memang sebagai tempat transaksi narkoba. Anggotanya pun memutuskan untuk masuk ke rumah dan menangkap pelaku. "Ketika tersangka membuka pintu rumah di saat itulah dilakukan penangkapan. Polisi kemudian mencari barang bukti. Dari hasil penggeledahan anggota menemukan sabu sebanyak 32 paket dengan berbagai ukuran, alat timbangan dan sejumlah uang," ungkapnya.

KM tidak bisa mengelak dari mereka. Yang bersangkutan pun mengakui kepada anggotanya, jika barang-barang tersebut memang hendak dijual di daerah Marau dan Air Upas. Dari keterangan yang didapat anggotanya, barang tersebut diperoleh dari salah satu narapidana yang sedang mendekam di Lapas Kelas II Ketapang. "Tersangka mengaku sudah satu tahun dia menjual narkoba. Pelaku mengaku narkoba tersebut dia peroleh dari salah seorang kenalannya yang berinisial A, yang sekarang sedang menjalani hukuman penjara di Lapas Kelas II Ketapang," paparnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku beserta barang bukti telah mereka amankan di Mapolres Ketapang, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka masih akan terus mendalami kasus ini, termasuk napi berinisial A yang diakui KM sebagai kenalannya. KM akan diancam mereka dengan pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika.

Tak hanya di Air Upas, Polsek Sandai ternyata dikabarkan juga berhasil meringkus dua orang yang diduga sebagai pengedar sabu. Dua orang berinisial ZM (40), warga Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan; dan AM (19), warga Jalan Panglima Aim, Kecamatan Pontianak Timur, ditangkap Polsek Sandai dalam operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Riwayansyah. "Pelaku berhasil diamankan saat berada dikediaman MM di Dusun Kediuk, Desa Istana, Kecamatan Sandai, Ketapang pada Jumat (21/6) sekitar pukul 01.00 WIB," jelas Riwayansyah, Sabtu (22/6).

Dijelaskan dia bahwa penangkapan terhadap kedua pelaku tersebut berawal dari informasi masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polsek Sandai. Kemudian anggotanya melakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut. "Saya bersama beberapa anggota langsung menuju ke TKP melakukan pengepungan dan penggerebekan terhadap terduga pelaku," jelasnya.

Setelah berhasil dibekuk, kemudian anggotanya menggeledah keduanya. Dari dalam jaket AM, anggotanya berhasil mengamankan satu klip serbuk kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu-sabu. Sementara dari saku celana ZM, mereka menemukan alat hisap sabu-sabu. "Kedua pelaku ditangkap ketika hendak menuju ke truk yang berada di luar rumah MM di Dusun Kediuk. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Sandai untuk proses lebih lanjut," pungkas mantan Kapolsek Delta Pawan tersebut.

Kedua pelaku dijerat mereka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Narkotika sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 KUHP dan pasal 114 KUHP dengan ancaman paling singkat 4 tahun penjara. (afi)

Berita Terkait