Isu Harga Rokok Dongkrak Penjualan

Isu Harga Rokok Dongkrak Penjualan

  Senin, 5 September 2016 09:30
PENGGANTI ROKOK TEMBAKAU: Staf OHM Vapor Pontianak saat melayani konsumen pengguna vapor.

PONTIANAK – Wacana kenaikan harga rokok di nasional belakangan berdampak positif bagi penjualan Vapor atau biasa disebut rokok elektrik. Diakui para penjual vape di Pontianak, sejak ada isu tersebut, penjualan mereka mengalami peningkatan.

 
Een (24) dari OHM Vapor Pontianak mengatakan, ia merasa beruntung membuka kios vape bersamaan dengan munculnya wacana itu di nasional. Penjualan vapor dari kiosnya langsung membludak karena adanya wacana tersebut. kebanyakan dari pelanggan barunya ialah dari para perokok yang kaget saat mendengar kabar tersebut.

Dua minggu awal mereka membuka kios tersebut, pelanggan yang datang memang masih terasa sedikit. Sebagian besar yang datang adalah mereka para yang memang pengguna vapor.

Setelah berita kenaikan harga rokok tersebar lewat pesan singkat dan media sosial yang mengatakan bahwa harga rokok akan menyentuh harga rokok hingga Rp50 ribu per bungkus, banyak pelanggannya mengaku bahwa mereka  sebelumnya ialah perokok, mereka pun beralih menggunakan vapor dan membeli padanya. “Banyak dari perokok yang akhirnya beralih ke vape karena isu rokok hingga Rp50 ribu bulan lalu,” katanya kemarin.

Hal serupa dikatakan Dali (24) salah seorang pengguna vape yang pindah haluan karena mendengar wacana kenaikan rokok tersebut. Harga vape menurutnya juga lebih masuk akal jika dibandingkan dengan wacana harga rokok. Walaupun mahal, vape lebih sebanding karena yang mahal ualah pengeluaran di awal untuk membeli alat vape.

Sebelumnya ia memang pernah menjadi pengguna vape selama satu tahun dan berhasil berhenti merokok dari 2014-2015 silam namun kembali beralih ke rokok tembakau kembali. Akan tetapi, setelah mendengar kabar wacana rokok ia pun kembali menjadi pengguna vape. “Kemarin lanjut vape lagi supaya bisa berhenti merokok dengan menggunakan vape yang kadar nikotinnya 0%,” katanya. (mif)