Istigasah dan Tablig Akbar Bersama Ustaz Abdurrahman

Istigasah dan Tablig Akbar Bersama Ustaz Abdurrahman

  Rabu, 20 March 2019 09:52
SAMBUTAN: Bupati Abang Muhammad Nasir saat memberikan sambutan pada Istigasah dan Tablig Akbar di POSMasjid Agung Putussibau, kemarin. ARIEF NUGROHO/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Jangan Gara-gara Pemilu Masyarakat Terpecah Belah

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu bersama Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu menggelar Istigasah dan Tablig Akbar. Kegiatan tersebut mengangkat tema: Menjaga Persatuan; Pemilu yang Aman, Sejuk dan Damai, bersama Ustaz Abdurrahman di Masjid Agung Putussibau, kemarin.

KEGIATAN akbar tersebut dihadiri Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, Kapolres Kapuas Hulu AKBP RS. Handoyo, Dandim 1206/Putussibau Letkol Inf. Basyaruddin, Danyon RK Walet Sakti Letkol Inf. Arianto Sunu Kuncoro, dan Penjabat Sekda Kapuas Hulu Sarbani bersama jajaran TNI-Polri. 

Dalam kesempatan itu Bupati Abang Muhammad Nasir berpesan agar suasana pemilu malah membuat perpecahan di tengah masyarakat. Untuk itu, menurut dia, semua pihak perlu menciptakan pemilu yang aman, sejuk, dan damai. Terlebih, dia menambahkan, saat ini banyak sekali berita-berita hoaks yang berpotensi untuk memecah belah umat dan memecah belah masyarakat.

Ditegaskan Nasir, untuk menciptakan dan menjaga keamanan dan ketertiban, bukan hanya tanggungjawab TNI-Polri, melainkan tugas bersama hingga ke lapisan masyarakat. Ia juga meyakini bahwa masyarakat Kapuas Hulu sudah memahami demokrasi. Apalagi, dia menambahkan, segala upaya sosialisasi terkait pemilu sudah dilakukan hingga ke tingkat desa dan pelosok. “Tahapan Pemilu sudah dilakukan dan disosialisasikan, termasuk juga terkait keamanan dan ketertiban pada pemilu mendatang,” jelas Nasir.

Nasir mengungkapkan, dalam setiap kesempatan di tengah-tengah masyarakat, dirinya juga sering mengingatkan tentang keamanan dan ketertiban serta daftar pemilih. Dia menginginkan agar masyarakat Kapuas Hulu dapat menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu mendatang dan tidak muncul persoalan di masyarakat. “Jangan nanti tidak masuk data pemilih (malah) membuat keributan, padahal sudah jauh-jauh hari sudah disosialisasikan,” ucap Nasir. 

Disampaikan Nasir, Pemilu 2019 menentukan kemajuan dan nasib bangsa 5 tahun mendatang. Untuk Kapuas Hulu, diharapkan dia agar partisipasi masyarakat pemilih minimal di atas 90 persen. 

Terkait perekaman e-KTP, kata Nasir, karena berkaitan dengan Pemilu, kabupaten yang dipimpinnya ini menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Barat yang sudah mencapai target secara nasional. “Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak menggunakan hak pilih pada Pemilu mendatang. Namun modal utama itu kita harus jaga persatuan, keamanan, dan kedamaian,” pungkasnya. (arf)

Berita Terkait