Isi Hari Bumi dengan Reboisasi Hutan Gunung Tarak

Isi Hari Bumi dengan Reboisasi Hutan Gunung Tarak

  Rabu, 25 April 2018 11:00
REBOISASI: Kegiatan reboisasi yang dilaksanakan IAR Indonesia bersama BTNGP dan KPH Ketapang Selatan di Gunung Tarak, 22 April lalu. PAGE FACEBOOK HARMADI

Berita Terkait

Ratusan Bibit, 14 Jenis Tanaman, Lahan 1,5 Hektare

International Animal Rescue (IAR) Indonesia bersama dengan Balai Taman Nasional Gunung Palung (BTNGP) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ketapang Selatan melakukan kegiatan reboisasi di dalam kawasan Gunung Tarak, Kecamatan Nanga Tayap, Minggu (22/4) lalu. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Bumi.

KEGIATAN ini dilakukan dengan melakukan penanaman ratusan bibit pohon di dalam area seluas 1,5 hektare. Reboisasi di kawasan ini bukan pertama kalinya mereka lakukan. IAR Indonesia sudah menanam lebih dari 7 ribu batang pohon dalam kawasan seluas 16,5 hektare sejak bulan Maret 2017.

Tidak hanya melakukan penanaman, IAR Indonesia juga melakukan pembibitan tanaman hutan di dalam kawasan ini. "Kami menanam 14 jenis tanaman. Antara lain meranti, kayu malam, sindora, kelanjau, majau, jihing, jungkang, asam rawa, dan ubah jambu yang merupakan tanaman asli kawasan ini," kata Manajer Lapangan IAR Indonesia, Argitoe Ranting.

Dia menjelaskan, reboisasi ini dilakukan untuk mengembalikan lagi keaneragaman hayati yang hilang dari kawasan ini, karena pembukaan lahan dan kebakaran hutan pada tahun 2014 silam.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah tokoh masyarakat desa di sekitar kawasan, anggota Polsek Nanga Tayap, anggota Brimob Polda Kalbar, Yayasan Palung, Yayasan ASRI, serta perwakilan manajemen dari Genting Group. Tidak hanya itu, guru dan sejumlah  siswa Sekolah Menengah Pertama Bayangan juga aktif mengikuti dalam kegiatan penanaman ini. Total lebih 50 orang terlibat langsung dalam kegiatan ini.

Kerterlibatan ini sekaligus memberikan pengalaman kegiatan konservasi yang nyata kepada anak muda di sekitar kawasan konservasi. "Harapannya, pengenalan kegiatan konservasi sejak dini akan mendorong mereka untuk aktif konservasi sejak usia muda dan menularkan hal positif kepada orang-orang di sekitar mereka," ujarnya.

Kepala Balai TNGP, M Ari Wibawanto, yang terlibat langsung dalam kegiatan ini mengungkapkan apresiasinya. "Kegiatan restorasi yang dilakukan merupakan salah satu contoh kegiatan pemulihan ekosistem yang dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga melakukan kegiatan pemeliharan yang dilakukan secara konsisten selama 4 tahun penuh," ujarnya.

"Kita berharap upaya ini dapat dijadikan contoh kegiatan rehabiltasi yang seharusnya dan diharapkan dapat  mengembalikan ekosistem Taman Nasional Gunung Palung, khususnya sebagai habitat orang utan serta satwa lainnya," harapnya.

Direktur Program IAR Indonesia, Karmele L Sanchez, menegaskan, kegiatan reboisasi ini bukan hanya sekadar kegiatan penananam pohon saja. Lebih jauh melalui penanaman ini pihaknya ingin menunjukkan komitmen kami bersama dalam perlindungan hutan terhadap kebakaran.

"Kami juga berterima kasih dan sangat mengapresiasi komitmen dari para penegak hukum, terutama dari kepolisian sektor Nanga Tayap yang turut serta dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. Lewat peringatan Hari Bumi ini kami juga ingin mengingatkan masyarakat akan pentinganya hutan sebagai penunjang dan sumber kehidupan di bumi ini," ungkap Karmele. (afi)

Berita Terkait