Intensitas Hujan Tinggi, Warga Berhati-hati

Intensitas Hujan Tinggi, Warga Berhati-hati

  Senin, 16 April 2018 11:00
HUJAN LEBAT: Hampir seluruh daerah di Kabupaten Kayong Utara belakangan ini terus diguyuh hujan. Seperti yang terlihat di Jalan Kota Karang Sukadana, Minggu (14/4). DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Hujan Terus Guyur Kayong Utara 

SUKADANA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Kayong Utara Agus Rudi Suandi memastikan intensitas curah hujan di Kabupaten Kayong Utara saat ini cukup tinggi. Untuk itu, dia berharap kepada masyarakat agar tetap waspada.

"Memang benar, curah hujan belakangan ini cukup tinggi. Informasi tersebut kita peroleh dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Hal Itu terbukti dua hari belakangan ini, sejak 14 – 15 April kita (Kayong Utara, Red) terus diguyur hujan. Jadi tidak ada salahnya masyarakat wasapada. Karena dikhawatirkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Rudi, Minggu (14/4) di Sukadana. 

Menyikapi hal tersebut, pihaknya terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar terus waspa jika terjadinya hujan. Walau, diakui dia, hujan itu tidak begitu deras, tetapi terus berlagsung. "Kalau intensitas hujannya tinggi lebat dan panjang kita antipasi. Selain itu, kita juga terus memantau informasi yang kita terima dari BMKG," terang Rudi.

Terkait hal ini, dia menambahkan, salah satu langkah mengantispasi terjadinya banjir, BPBD berupaya menyampaikan pemahaman kepada masyarakat, terkait dampak jika terjadinya curah hujan. Tentunya guna mengantisipasi hal tersebut, diungkapkan dia sangat diperlukan dengan memperhatikan terhadap lingkungan sekitar.

"Kita turun ke lapangan. Kita pantau daerah mana saja rawan terjadinya banjir. Selain itu kita juga sampaikan pemahaman dan untuk berhati-hati saat terjadinya hujan. Karena kejadian banjir di Jalan Sungai Gali, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, beberapa waktu lalu itu kita kebobolan. Ternyata setelah dilakukan pengecekan, ada salah satu warga yang tanpa sengaja menutup pintu air, karena lupa untuk kembali dibuka," ungkapnya.

Untuk itu, dirinya berharap kepada masyarakat agar dapat lebih memperhatikan pintu air yang ada. Karena, jika lupa untuk membuka kembali, dikhwatirkan dia akan terulang kembali kejadian di Jalan Sungai Gali beberapa waktu lalu. "Selain pintu air, selokan-selokan yang sumbat sebaikanya dapat dibersihkan. Jangan sampai saat hujan turun air tidak dapat mengalir dan terjadilah banjir," imbuhnya. (dan)

 

 

Berita Terkait