Insentif Dukun Beranak dan Kader Posyandu

Insentif Dukun Beranak dan Kader Posyandu

  Sabtu, 29 December 2018 09:06
INSENTIF: Bupati Kubu Raya, Rusman Ali secara simbolis menyerahkan insentif bagi dukun beranak dan kader posyandu Kubu Raya.

Berita Terkait

​SUNGAI RAYA – Ratusan dukun beranak dan kader posyandu di sembilan  kecamatan Kubu Raya, Kamis (27/12) kembali menerima insentif atas kemitraannya bersama bidan dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Bupati Kubu Raya, Rusman Ali mengharapkan insentif yang diberikan tersebut bisa terus memotivasi para kader posyandu dan dukun beranak untuk membantu bidan dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak di Kubu Raya. 

“Sejak kian solidnya kemitraan antara kader posyandu, dukun beranak dan bidan informasi yang saya dapat saat ini setiap tahunnya terdapat penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kubu Raya,” kata Rusman Ali usai secara simbolis menyerahkan insentif dukun beranak mitra bidan dan kader Posyandu di Aula Kantor Bupati Kubu Raya.  

Kendati jumlah yang diberikan tidak besar, namun bagi Rusman Ali, insentif yang diberikan merupakan salah satu bentuk  kepedulian pemerintah bagi para dukun beranak dan kader posyandu. Dia berharap dengan insentif tersebut akan meningkatkan semangat bagi para dukun beranak dalam mendampingi proses kehamilan hingga proses persalinan warga di Kubu Raya. 

 “Saya akan mengupayakan program insentif bagi dukun beranak dan kader posyandu ini akan terus ditingkatkan. Karena saya yakin dengan adanya perhatian yang diberikan ini akan mamacu semangat dukun beranak dan kader posyandu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan bidang kesehatan bagi masyarakat Kubu Raya,” paparnya 

Dukun beranak yang bermitra dengan bidan di Puskesmas Korpri mengaku senang karena beberapa tahun terakhir pemerintah daerah setempat membuat kebijakan untuk memberikan insentif bagi para dukun beranak. “Semoga saja insentif bagi dukun beranak dan kader posyandi ini bisa terus berlanjut. Karena dengan adanya kemitraan antara dukun beranak dan bidan ini membuaat kami bisa bekerja maksimal membantu bidan dalam proses melahirkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Posyandu Delapan Dewa Sungai Raya Dalam, Handayani SE  mengaku akan lebih semangat memberikan pendampingan bagi para ibu dan balita di desanya. “Memang jumlahnya tidak besar, tapi setidaknya bisalah membantu saya dan dukun beranak lain dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.,” pungkasnya.

Kader Posyandu sebagai kader terdepan atau ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak memang layak diberikan insentif. Mengingat kegiatan yang dilakukan menyentuh langsung ke masyarakat. “ Pekerjaan yang dilakukan secara kasat mata memang ringan.  Namun kenyataan di lapangan cukup menguras pemikiran juga. Sebagai contoh dalam melakukan pendataan balita saja, harus menunggu waktu yang tepat. Karena sebagian besar ibu –ibu ada yang berkarir di  kantor pemerintahan maupun swasta.  Hal lain yang tidak kalah memerlukan cara atau strategi adalah meyakinkan ibu-ibu  untuk melakukan imunisasi. Karena masih ada ibu-ibu yang enggan memberikan imunisasi kepada anaknya, dengan alasan takut demam dan pertimbangan lainnya. (ash)

Berita Terkait