Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Kolesterol Tinggi

Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Kolesterol Tinggi

  Sabtu, 19 May 2018 13:13

Kolesterol tinggi adalah penyakit yang menjadi momok banyak orang di zaman modern ini. Bagaimana tidak? Terlebih saat ini semakin mudah memperoleh makanan enak. Hampir di setiap sudut lokasi terdapat rumah makan menyediakan berbagai hidangan lezat termasuk makanan cepat saji.

--------------------

Ditambah lagi dengan adanya layanan pesan antar makanan yang bisa diakses dengan mudah, membuat makanan apa pun yang Anda mau bisa segera dikonsumsi. Karena kemudahan ini, kebiasaan makan pun jadi tak terkontrol. Akibatnya, kolesterol tinggi pun mengintai.

Dengan begitu mudahnya seseorang memperoleh makanan, terutama yang tidak sehat, dapat semakin meningkatkan risiko penyakit. Salah satunya adalah kolesterol tinggi.

Berdasarkan data Riskesdas 2007, angka kejadian kolesterol tinggi (yang mana kolesterol total lebih dari 200 mg/dl) mencapai 39,8 persen. Meskipun angka tersebut sedikit menurun pada Riskesdas 2013 menjadi 35,9 persen, penurunan ini tidak cukup signifikan untuk menekan berbagai komplikasi penyakit yang mungkin terjadi akibat kolesterol tinggi ini.

Mengenal jenis kolesterol.

Kolesterol dalam bahasa awam disebut juga dengan lemak darah. Kolesterol diperoleh tubuh melalui makanan, tapi bisa juga diproduksi sendiri di dalam tubuh dalam jumlah tertentu.

Sebenarnya kolesterol sangat dibutuhkan oleh tubuh karena kolesterol adalah salah satu bahan baku pembuatan hormon, membran sel, vitamin D, dan cairan empedu.

Tentunya tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik apabila kekurangan kolesterol. Namun sebaliknya, kadar kolesterol yang terlalu tinggi juga tidak baik karena bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, terutama penyakit jantung koroner.

Ada beberapa jenis kolesterol dalam tubuh Anda. HDL (high-density lipoprotein) adalah kolesterol baik yang bekerja untuk membersihkan lemak dalam tubuh, sementara LDL (low-density lipoprotein) adalah kolesterol jahat yang merupakan penyebab utama dari penyakit jantung koroner.

Penyakit yang bisa diakibatkan kolesterol tinggi

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menimbulkan deposit atau simpanan lemak dalam pembuluh darah. Selanjutnya, deposit lemak ini akan menyebabkan kesulitan aliran darah dalam pembuluh darah arteri.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika sumbatan plak lemak membuat diameter pembuluh darah menyempit, sehingga oksigen dan makanan yang dapat melalui pembuluh darah untuk sampai ke otot jantung menjadi menipis.

Akibatnya, saat melakukan aktivitas sedang-berat yang memerlukan asupan oksigen dan makanan yang lebih banyak, otot jantung mengalami kekurangan oksigen (disebut dengan iskemia), sehingga menimbulkan nyeri angina yang khas di dada. Ketika sumbatan tersebut menjadi total, maka terjadilah kematian otot jantung yang menyebabkan serangan jantung.

Komplikasi yang dapat terjadi pada penderita kolesterol tinggi atau dislipidemia adalah plak lemak. Dalam dunia kedokteran disebut aterosklerosis, yang awalnya terbentuk karena tingginya kadar LDL dalam darah. LDL ini akan menumpuk di dinding pembuluh darah, yang lama-kelamaan akan bertambah sampai menyumbat pembuluh darah.

Apabila sumbatan terjadi di otak, maka bisa terjadi stroke sumbatan. Sementara itu jika terjadi di pembuluh darah tungkai, bisa terjadi penyakit arteri perifer.

Jaga kadar kolesterol dalam batas normal

Tidak ada gejala kolesterol tinggi yang khas. Bahkan, pada umumnya kolesterol tinggi tidak bergejala dan biasanya baru ditemukan saat Anda melakukan pemeriksaan rutin kesehatan (medical check-up).

Karena itu, sangatlah penting untuk selalu menjaga agar kadar kolesterol Anda—terutama LDL—dalam batas normal. Anda bisa melakukannya dengan menjaga pola makan yang sehat, menghindari makanan gorengan dan berlemak, berolahraga secara teratur (setidaknya 150 menit dalam seminggu), dan minum obat penurun kolesterol jika diperlukan. Cegah kolesterol tinggi sebelum terlambat.(RN/ RVS/klikdokter)