Ini Teknologi Sidik Jari yang Digunakan Polisi Ungkap Jasad Marta

Ini Teknologi Sidik Jari yang Digunakan Polisi Ungkap Jasad Marta

  Kamis, 22 September 2016 21:08

Berita Terkait

TERUNGKAPNYA kasus pembunuhan seorang wanita Hamil 8 bulan tanpa identitas,  yang ditemukan di Perkebunan Kelapa  Sawit PT SMP oleh dua orang perempuan yang sedang mencari jamur atas nama Vika dan Mala pada hari Selasa (20/9) berhasil diungkap oleh Polri melalui teknologi indentifikasi dengan mengambil sidik jari korban menggunakan Instrumen MABIS.yang diawaki oleh Tim Inafis Dit Reskrimum Polda Kalbar akhirnya muncullah identitas korban secara lengkap yaitu seorang wanita bernama Marta Priviyana yang lahir pada 27 Januari 1991. Dia bermukim di Jalan Adi Sucipto Parit Bugis Rt. 009 Rw.006 Kecamatan Sui Raya Kabupaten Kubu Raya.
Berbekal informasi melalui isntrumen  MABIS  itulah akhirnya Polisi dalam 23 jam mampu menangkap pelaku pembunuhan wanita tanpa identitas tersebut.
Menurut Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi SW,  keberhasilan Tim Gabungan Dit reskrimum Polda Kalbar dan Sat Reskrim Polres Sanggau ini berkat kecanggihan sarana yang dimiliki Polri. Intrumen tersebut jika di-link-kan dengan program  E KTP, hasilnya akan lebih hebat lagi. Artinya seluruh pemilik E KTP akan terekam datanya di Mabes Polri, sehingga kalau terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, polisi akan dengan cepat mengungkapnya. Hanya sayang, program ini tidak mendapat respon dari pengelola E KTP.
"Mudah-mudahan dengan adanya bukti kecanggihan tehnologi pengambilan sidik jari melalui Instrumen MABIS ini dapat menarik empaty  semua pihak," jelas Suhadi.
Kasus pembunuhan yang dilakukan pelaku Aloysius Fernando, mahasiswa  perguruan tinggi  di Kalimantan Barat ini,  Kamis (22/9) sekitar  pukul 10.30 dilakukan rekonstruksi oleh Tim Penyidik Direktorat Reserse Umum Polda Kalbar dibawah Pimpinan Dir Reskrimum Kombes Pol Drs Krisnandi SH, MH. Terungkap bahwa pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban karena panik,  korban perutnya merasa kesakitan dan berteriak teriak, yang diperkirakan korban akan melahirkan janin hubungan gelap dengan pelaku.
Menurut pengakuan pelaku, bahwa siang itu Senin (19/9), korban mendatangi rumah kost pelaku di Komplek Mega Mas Jalan Parit Haji Muksin 2 Blok D nomor 31. Sempat baring baring bersama pelaku. Korban sempat diurut punggungnya dengan minyak urut, sehingga korban tertidur. Namun ketika bangun korban merasa kesakitan dan bertriak teriak sambil memukul-mukul dada pelaku, sehingga pelaku emosi dan membekap korban dengan menggunakan bantal yang ada diatas kepala.
Setelah korban sudah tidak bernyawa, pelaku menutup pintu dan keluar rumah membeli voucher listrik bersama temannya. Kemudian sekitar pukul 22.00 pelaku menyeret korban dibawa keluar rumah dan dimasukkan dalam mobil Avanza KB 1198 HY. Setelah itu pelaku kembali kerumah. Selanjutnya pada pagi harinya, Selasa 20 September  sekitar pukul 06.00 pelaku membawa korban ke Simpang Tayan dan dibuang di lingkungan Perkebunan Sawit PT SMP.
Atas perbuatannya itu pihak penyidik akan menerapkan pasal berlapis yaitu pasal 340 KUHP pembunuhan yang direncanakan dan Yungto Pasal 338 KUHP, karena korbannya tidak hanya satu nyawa, tetapi dua nyawa yakni Marta 25 tahun dan anakanya yang masih dalam kandungan, karena pada saat diautopsi rahim korban sempat diangkat dan keluarlah janin yang sudah tidak bernyawa lagi. Saat ini tersangka Ando Mahasiswa angkatan 2009 di universitas negeri  ini, masih diamankan di Dit Reskrimum Polda Kalbar, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.(arf)

Berita Terkait