Ini Kisah Heroik Suryadi Setelah Dua Hari Tercebur Kelaut

Ini Kisah Heroik Suryadi Setelah Dua Hari Tercebur Kelaut

  Kamis, 6 Oktober 2016 20:46
FOTO WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH-Suryadi, awak kapal trawl yang dinyatakan hilang sejak Senin (3/10) akhirnya ditemukan. Suryadi ditemukan dengan kondisi selamat oleh nelayan Sungai Raya Kepulauan, La Herman. Saat ini, Suryadi sudah berada di kediamannya di Gg Fatimah Bakri desa Sungai Bakau Besar Laut. Menurut keterangan La Herman, penemuan Suryadi terjadi pada Rabu (5/10) pagi di Pulau Baruk. Dimana saat itu dirinya akan menuju ke laut untuk mencari ikan. 
"Sebelum mencari ikan ke laut lepas, saya singgah ke pulau itu untuk mencari telur Penyu, namun yang ditemukan hanya telapak kaki, jadi saya pikir ada orang yang sudah mengambil telur penyu. Karena memang sering orang ke sini untuk mencari telur penyu dan kelapa," kata dia.
Ketika akan meninggalkan pulau yang tidak berpenghuni tersebut, Herman melihat ada orang yang melambaikan tangan. Karena rasa penasaran, makanya Herman menghampiri.
"Ketika dihampiri rupanya orang. Saya kaget juga dan langsung berupaya menolong," ucapnyam
Saat itu, lanjut Herman, Suryadi dalam keadaan sehat. Hanya saja kondisinya tanpa pakaian. Ketika ditanya, Suryadi mengaku dia adalah nelayan pinyuh dan hanyut karena kapalnya tenggelam.
"Karena tak berpakaian, makanya saya cari di pondok tempat biasanya orang cari kelapa. Syukurnya ada celana dan langsung saya berikan," jelas dia.
Usai ditemukan, Suryadi pun diajak ke laut untuk mencari ikan. Selama perjalanan Suryadi menceritakan kejadian selama terapung di laut. Menurut keterangan yang didapatkannya dari Suryadi, jirigen yang sempat dijadikan pelampung dilepas, karena tutupnya hilang. Lalu dia terombang ambing di lautan sampai akhirnya terdampar di pulau Baruk. Dia pun sadar pada Malam sebelum ditemukan dikarenakan bunyi petir dan hujan lebat.
"Selama perjalanan kami melaut, Suryadi bercerita dia sadar sudah di Pulau Baruk saat petir dan hujan, dia juga tidak makan apapun selama 2 hari 2 malam di lautan. Makanya langsung saya kasi makan. Hanya mengelur pilek dan demam lalu saya kasi obat," tutur Herman.
Usai perjalanan melaut, Suryadi dibawa ke kediaman Herman pada Kamis (6/10) pagi. Usai diberikan pakaian dan makanan, Suryadi diantar langsung oleh Herman di kediamannya di SBBL. Kedatangan Suryadi disambut sukacita oleh keluarga dan kerabat. Siang harinya, diantar pihak kepolisian, Suryadi diperksakan kondisi kesehatannya di Puskesmas Sungai Pinyuh.
"Kondisi Suryadi secara fisik sehat, namun belum diketahui di dalam tubuhnya. Kita masih menunggu hasil dari dokter," ungkap Kabag Ops Polres Mempawah, Kompol Dwi.
Setelah diperiksa, awak media berupaya mewawancarai Suryadi. Namun karena alasan kondisi masih lemah, Suryadi enggan untuk diwawancarai.(wah)

Berita Terkait