Ini Dia Lima Srikandi Kalbar di Tengah Kesibukan Berkarier

Ini Dia Lima Srikandi Kalbar di Tengah Kesibukan Berkarier

  Sabtu, 21 April 2018 09:16

Berita Terkait

Kartini adalah sosok yang revolusioner. Pemikirannya jauh melampaui zamannya. Jasanya bagi perempuan Indonesia tak sebatas mendorong persamaan hak dengan pria. Tapi, juga meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Sosok Kartini menjadi inspirasi bagi para perempuan Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat. Kini hampir tidak ada lagi perbedaan status perempuan dan laki-laki. Para perempuan bisa berkarya dan menapaki karier jauh melampaui laki-laki. Di dunia pemerintahan, banyak muncul pemimpin-pemimpin dari kalangan perempuan. Di perusahaan-perusahaan juga tidak sedikit perempuan yang menjadi top manajer.

--------------

Pada edisi kali ini, Pontianak Post mendedikasikan perjuangan Kartini dengan menampilkan lima perempuan hebat dari Kalimantan Barat yang kami nilai telah mampu mengejawantahkan perjuangan Kartini. Lima perempuan itu telah mampu melawan ‘mitos’ bahwa perempuan hanya bisa di sumur, dapur, dan kasur.       

Mereka adalah Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mei; Wakil Bupati Sambas, Hairiah; Ketua KPU Kalbar, Umi Rifdiawaty, Pjs Wali Kota Pontianak, Mahmudah, serta Anggota DPRD Kota Pontianak, Amalia Atika. Kelima perempuan bercerita banyak mengenai perjuangan mereka dalam berkarya dalam bidang masing-masing dalam diskusi Srikandi-Srikandi Kalbar yang dihelat Pontianak Post, Selasa (17/4) lalu.

Mereka mengemban amanah masing-masing, mengabdi pada negara, dan berkontribusi di masyarakat. Diskusi yang dipimpin oleh Pimpinan Redaksi Pontianak Post, Heriyanto itu berlangsung santai. Kelima srikandi itu secara bergantian berbagi pengalaman soal kiprahnya masing-masing. Ada suka dan ada pula duka. Tak sedikit waktu berkumpul bersama keluarga yang tersita lantaran kesibukan yang mereka jalani.

Kesempatan pertama dalam diskusi tersebut diberikan kepada Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie. Dia menceritakan kiprahnya di dunia politik yang melalui proses panjang. Mulai dari menjadi Anggota DPRD Singkawang, hingga saat ini menduduki kursi nomor satu di Kota Amoy itu.

Terjun ke dunia politik menguras waktu. Mengemban amanah sebagai pejabat publik artinya harus siap melayani masyarakat sehingga waktunya untuk keluarga menjadi berkurang. Pandai-pandai memanfaatkan waktu menjadi kunci agar bisa berkumpul dengan keluarga.

“Kapan pun ada waktu senggang, walau sedikit, saya sempatkan untuk keluarga. Misal Sabtu atau Minggu pagi, saya ajak olahraga bersama,” tuturnya.

Peran perempuan dalam pelayanan publik tidak dapat dipandang sebelah mata. Mereka yang menduduki posisi penting dapat membuat kebijakan yang mendorong pembangunan. Hal inilah yang menjadi salah satu fokus Wakil Bupati Sambas, Hairiah.

Sambas yang wilayahnya beragam dari sisi geografis, mulai dari daerah pesisir, sungai, pedesaan, hingga perkotaan, menjadi tantangan sendiri baginya untuk membangun wilayah ini. “Sambas punya wilayah yang sangat luas. Untuk itu perlu didorong perempuan-perempuan tangguh di wilayah pesisir, pedesaan, hingga perkotaan,” tegas Hairiah.

Peran perempuan dalam politik tidak bisa dikesampingkan. Tanpa meninggalkan perannya sebagai seorang ibu, perempuan dapat memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat. Salah satunya di bidang kesehatan.

Anggota DPRD Kota Pontianak, Amalia Atika memilih jalur politik sebagai caranya untuk memperbaiki sektor kesehatan Kota Pontianak. Melalui berbagai kegiatan, seperti penyuluhan kesehatan, dia berharap ibu dan anak menjadi sehat.  

“Saya tidak ingin ada yang menderita stunting dan preeklamsia di kota ini,” kata Politis Partai Nasdem ini.

Adapun, pembicara selanjutnya adalah Ketua KPU Kalbar, Umi Rifdiawaty. Dalam kesempatan tersebut, dia menceritakan bagaimana keaktifannya dalam organisasi sejak masih berstatus mahasiswa. Penempaan diri di dunia organisasi ini kemudian membawanya pada amanah yang lebih besar. Diawali menjadi anggota KPU Sambas, hingga akhirnya saat ini menjabat sebagai Ketua KPU Kalbar.

Mengemban tugas ini bagi seorang perempuan tidaklah mudah.“Masa pemilu ini memang begitu menyita waktu. Ada satu hari di mana saya tidak tidur satu malam, yaitu saat penghitungan dukungan untuk bakal calon kepala daerah jalur independen,” ceritanya.

Sedangkan pembicara terakhir adalah, Pjs Wali Kota Pontianak, Mahmudah. Kiprahnya semakin dikenal saat menjadi Pejabat Sementara menggantikan posisi Wali Kota Pontianak. Kesibukannya tentu saja bertambah. Tanggal merah yang biasanya dialokasikan bagi keluarga atau aktivitas lainnya, saat ini sudah tak lagi ideal. “Biasanya ada saja kegiatan walau hari Sabtu atau Minggu,” katanya.

Meski demikian, kesibukan mereka tak lantas menjadi alasan untuk meninggalkan keluarga. Kuncinya ada di komunikasi, baik kepada suami maupun anak. Kelimanya sepakat, bahwa meski berkarir, keluarga juga merupakan prioritas. “Sempatkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga. Pastikan setiap ada waktu, pertemuannya adalah pertemuan yang berkualitas,” pungkas Mahmudah. (*)

Berita Terkait