Ini 6 Fakta Cagub Kalbar Sutarmidji

Ini 6 Fakta Cagub Kalbar Sutarmidji

  Sabtu, 3 March 2018 00:27

Calon gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji merupakan sosok yang penuh kejutan. Mantan wali kota Pontianak periode 2014 – 2018 ini juga banyak memberikan perubahan di masa kepemimpinannya.

Sutarmidji lebih banyak menekankan perbaikan fasilitas dan pelayanan, diantaranya adalah perbaikan rumah yang tak layak huni, pelebaran jalan utama dan pembangunan kembali pasar tradisional serta sekolah – sekolah negeri.

Bukan hanya itu ia juga telah meningkatkan kualitas puskesmas,  melakukan perbaikan gang dan saluran air, pembangunan RSUD baru yang menerapkan sistem rumah sakit tanpa kelas, pembangunan dan penataan taman-taman publik seperti Taman Alun Kapuas dan Taman Digulis.

Juga di bidang birokrasi, demi mempercepat pelayanan, Sutarmidji menerapkan pelayanan satu atap dalam mengurus perizinan.

Jumlah perizinan pun dipangkas dari yang sebelumnya 99 jenis izin hingga menjadi hanya 14 jenis perizinan.

Sutarmidji juga mengedepankan transparansi dengan mempublikasikan APBD Kota Pontianak serta penggunaan dana Bantuan Sosial melalui koran maupun situs Pemkot Pontianak.

Sejak tahun 2011, Laporan Keuangan Pemeritah Daerah (LKPD) Kota Pontianak selalu mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

Pada tahun 2015, Kota Pontianak dianugerahi predikat pelayanan publik terbaik se-Indonesia oleh ORI.

1. Anak Keenam dari Sembilan Saudara

Sutarmidji lahir di Pontianak, pada 29 November 1962.

Ia adalah anak keenam dari sembilan bersaudara dengan ayah bernama Tahir Abubakar serta Ibu Djaedah.

Ayahnya adalah pegawai biasa di Departemen Agama di Pontianak, yang sebelumnya juga pernah aktif di Partai Masyumi.

2. Lulusan Magister Humaniora di Universitas Indonesia

Sutarmidji menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDN 54 Pontianak pada tahun 1974.

Ia menempuh pendidikan menengah pertamanya di SMPN 1 pada tahun 1977.

Ia lulus dari SMA Santo Paulus tahun 1981, kemudian memperoleh gelar Sarjana Hukum di Universitas Tanjungpura pada tahun 1986 dan Magister Humaniora di Universitas Indonesia pada 1993.

3. Mengawali karir sebagai Dosen Untan

 

Sutarmidji mengawali karier sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura pada tahun 1987 hingga tahun 2000.

4. Menjabat sebagai Wali Kota Pontianak 2 periode

Calon gubernur Sutarmidji memulai karier politiknya dengan bergabung ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) atas ajakan dari Ali Akbar, sepupunya yang juga politikus PPP.

Pada Pemilu 1999, ia menjabat sebagai anggota DPRD Kota Pontianak.

Pada tahun 2003, ia terpilih sebagai Wakil Wali Kota Pontianak mendampingi dr. H. Buchary Abdurrachman.

Pada Pilkada 2008, Sutarmidji maju sebagai calon wali kota berpasangan dengan Paryadi, S.Hut., anggota DPRD Kota Pontianak pada saat itu.

Pasangan yang diusung koalisi PPP dan PKPI tersebut berhasil memenangkan Pilkada dengan perolehan 34,5% suara, mengungguli enam pasang kandidat lainnya.

Sutarmidji dan Paryadi kemudian dilantik pada 22 Desember 2008.

Pada Pemilukada 2013, Sutarmidji kembali maju, kali ini berpasangan dengan Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak, dan diusung koalisi PDI-P, PKS, PPP, PAN, dan PKPB.

5. Meraih 216 tingkat Nasional dan Internasional penghargaan selama pimpin kota Pontianak

Sutarmidji dikenal sebagai pemimpin paling berprestasi. Setidaknya 216 penghargaan bergengsi di tingkat Nasional dan Internasional telah dicapai Sutarmidji selama menjadi Walikota Pontianak. Terbaru dipenghujung tahun 2017, tiga penghargaan prestisius didapat Sutarmidji hanya dalam kurun waktu 12 hari.

Penghargaan pertama sebagai Wali Kota Entrepreneur Award 2017 tingkat ASEAN dalam bidang pelayanan publik kesehatan yang diserahkan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) KIN Innovation and Entrepreneurship Kellog School of Management, Prof Robert Wolcott, dan Founder Philip Kotler sekaligus CEO Marketeers Hermawan Kertajaya, di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Rabu malam 6 Desember 2017.

Penghargaan Wali Kota Entrepreneur Award setingkat ASEAN ini diberikan kepada kepala daerah terpilih karena dinilai berkontribusi banyak dalam melakukan inovasi-inovasi yant sangat membantu masyarakat.

Kedua, penghargaan Seven Media National Award for Local Government 2017 sebagai Top Mayor of  The Year 2017 yang diserahkan di The Trans Resort Bali, Denpasar, Jumat  malam 8 Desember 2017.

 

Terakhir, penghargaan sebagai Walikota terbaik se-Indonesia dari Presiden Joko Widodo yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo di Hotel Sahid, Jakarta, Senin 18 Desember malam. Tak hanya itu, disaat bersamaan Kota Pontianak kembali dinobatkan sebagai Pemerintah Daerah Paling Inovatif atau Innovative Government Award (IGA) 2017 untuk yang ketiga kalinya.

6. Berpasangan dengan Ria Norsan, Sutarmidji Maju Pada Pilgub 2018

Pada 2 Maret 2015, Sutarmidji bersama Ria Norsan menyatakan siap untuk maju sebagai calon Gubernur Kalimantan Barat pada Pilkada yang akan digelar tahun 2018 mendatang.