Ingin Beruntung di Tahun Babi Tanah? Ikuti 3 Feng Shui Rumah Ini

Ingin Beruntung di Tahun Babi Tanah? Ikuti 3 Feng Shui Rumah Ini

  Senin, 4 February 2019 15:47

Berita Terkait

Tahun Babi Tanah memiliki makna keberuntungan walau dinilai akan berjalan dengan lambat. Berdasarkan feng shui, interior rumah berpengaruh atas datangnya keberuntungan itu.

Tak menutup kemungkinan Anda dapat mengubah sedikit suasana rumah dengan hal-hal yang bisa mendatangkan keberuntungan. Berikut yang dapat Anda ubah sesuai dengan feng shui tahun ini.

Jenie Kumala Dewi sebagai ahli feng shui, ketika ditemui di acara Media Gathering Urban Quarter, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. (Inri Sembiring/JawaPos.com)

1. Ganti Cat Warna Hijau

Agar dekat dengan keberuntungan, Anda dapat mengubah warna ruangan, seperti warna hijau agar suasana lebih hidup. Warna tentunya akan menentukan suasana hati keluarga.

2. Tambahkan Elemen Hidup

Tambahkan beberapa elemen seperti bantal, ganti gorden, dan pot bunga hidup dalam rumah.

"Pot bunga itu sebenarnya tidak boleh bunga mati, harus tanaman hidup. Kalau tiruan atau palsu, orang-orang yang datang juga akan berpeluang palsu," kata Jenie Kumala Dewi sebagai ahli feng shui, ketika ditemui di acara Media Gathering Urban Quarter, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, pada beberapa waktu lalu.

Selain itu, menghadirkan hal dengan unsur kayu juga bisa menciptakan keluarga yang kreatif dan berkembang. Menurut Jenie, tahun ini akan ada air yang tiba-tiba besar sehingga perlu ada yang menyeimbangkan, yaitu dengan adanya unsur kayu tersebut.

3. Lukisan Alam dan Hindari Lukisan Pasar

Berikan suasana yang sejuk seperti lukisan dengan keindahan alam. Lukisan alam bisa meliputi panen padi, lukisan ikan, gunung dengan sawah.

Yang perlu dihindari adalah lukisan pasar walau secara seni pasar memiliki nilai yang tinggi tetapi secara feng shui lukisan pasar tidak bagus.

"Alasannya pelukis pada saat melukis akan membayangkan elemen, yaitu ada banyak orang transaksi jual beli d isitu ada kacau. Energi kacau, apa yang digambarkan si pelukis terekam lalu dilihat orang yang punya lukisan jadinya kan kacau," tambah Jenie Kumala Dewi.

Editor           : Novianti Setuningsih 
Reporter      : Inriyani Sembiring/Jawa Pos

Berita Terkait