Infrastuktur dan Kualitas Jadi Prioritas

Infrastuktur dan Kualitas Jadi Prioritas

  Jumat, 22 February 2019 09:24
DITUTUP: Penutupan rangkaian perayaan Imlek 2670 dan Cap Go Meh tahun 2019 resmi berakhir Rabu (20/2) malam di lapangan Kridasana Kota Singkawang. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SINGKAWANG—Rangkaian perayaan Imlek 2670 dan Cap Go Meh tahun 2019 resmi berakhir Rabu (20/2) malam di lapangan Kridasana Kota Singkawang.

Penutupan ini dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Dra Natalia Karyawati ME mewakili Gubernur Kalbar. Selain mengapresiasi kegiatan Cap Go Meh Singkawang yang masuk 100 kalender of event (CoE) nasional, pihaknya berpesan kedepan diharapkan kualitas even ini semakin ditingkatkan.

 “Kedepan tidak semata saja meriah namun kualitas event, kualitas pelayanan, kualitas objek wisata, dan kualitas sumber daya manusianya semakin lebih baik,” ungkapnya.

Singkawang, kata dia, merupakan contoh bagi kabupaten lain di Kalbar dalam pengembangan wisata. Sehingga hal ini perlu diikuti kabupaten lainya dalam mengemas potensi daerah masing-masing agar menjadi pusat destinasi wisata.

 “Singkawang ini sudah menjadi unggulan wisata Kalbar, ditambah lagi dengan modal sebagai kota tertoleran nomor satu di Indonesia maka sedikit saja kita promosi Singkawang, maka wisatawan pun datang, ini harus dipertahakan dan ditingkatkan,” katanya.

Kedepan sejumlah hal memang harus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, seperti pembangunan infrastuktur dalam mendukung dunia pariwisata, serta kualitas pengemasan wisata itu sendiri. Pertama soal infrstuktur, kata Natalia Karyawati, pemerintah provinsi akan gencar melakukan pembangunan infrastuktu di daerah-daerah, seperti akses jalan. “Perbaikan infrastruktur terus dilakukan dan akan berbenah sehingga memberikan multiflier effectperekonomian yang lain termasuklah pariwisata,” katanya. Hal ini menyambung dengan pernyataan Menteri Pariwisata Arief Yahya bahwa akses jarak titik lokasi wisata dari daerah pusat ibukota jangan sampai lebih 3 jam perjalanan. “Makanya didorong realisasi bandara di Singkawang,” jelasnya.

Kemudian dalam meningkatkan kualitas penyelanggaran event Cap Go Meh, Dinas Olahraga, Pemuda dan Pariwisara Kalbar juga sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pariwisata kedepan adanya perbaikan dalam hal kualitas penyelanggaraan. “Dimana nantinya bersama Kementerian Pariwisata akan mendatangkan kurator kurator sesuai bidangnya seperti tarian, atraksi dan sebagainya agar standar kurasi event berstandar nasional bahkan internasional, karena Cap Go Meh Singkawang ini juga kita harapkan menjadi destinasi wisata dunia,” jelasnya.  

Menanggapai hal itu, Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie juga sepakat kualitas perayaan CGM terus ditingkatkan. Selain dalam rangka meningkatkan atraksi, kurasi, amenitas CGM kedepannya, perbaikan infrastuktur juga hal perlu ditingkatkat. “Kedepan infrastuktur akan kita bangun yang menjadi kewenangan kita, selain itu jika infastrukturnya kewenangan provinsi maka kita usulkan ke provinsi, kalau tidak salah jalan Singkawang-Bengkayang merupakan salah satu ruas yang akan dibangun tahun ini,” katanya.

Terkait Bandara, kata dia, itu hal yang harus direalisasikan sesuai hasil kunjungan Menhub, selain kucuran dana pemerintah pusat, pihaknya akan terus mempromosikan bandara Singkawang agar investor mau datang dan menanamkan modalnya. “Yang jelas saat pencanangan Bandara sudah ada investor yang akan berinvestasi,” jelasnya. Tentu diharapkan apa yang direncanakan ini bisa terealisasi demi kemajuan kota Singkawang.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksanan Perayaan Imlek dan CGM 2019, Tjhai Leonardi mengatakan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan masyarakat, karena penyelanggaran CGM ini banyak mendapat pujian hingga menjadi trending topik nasional di media sosial. “Semoga tahun depan penyelanggaran CGM kedepan lebih baik,” katanya. CGM selaku magnet pariwisata berhasil menyedot wisatawan baik dengan event, alam dan toleransi yang ditunjukkan kota ini membuat event ini semakin dikenal dan meriah. “Kuliner kuliner kita yang beragam, etnis etnis yang ada bersatu, partisipasi masyarakat yang tinggi menciptakan kondisi tertib dan aman sehingga ini menjadi modal kita dalam rangka melestarikan budaya dan persatuan kita,” katanya.

Bahkan selaku pengusaha, dengan modal toleransi di kota Singkawang ini maka mengajak seluruh pengusaha dimanapun berada untuk berinvestasi di kota Singkawang. “Kami dari pengusaha memang sangat ingin bandara terealisasi. Jika ini bandara terwujud maka luar biasa menyedot investor dan wisatawan,” katanya. (har)

Berita Terkait