Infrastruktur Kelistrikan Masih Tertinggal Layanan Kelistrikan Baru 74 Persen

Infrastruktur Kelistrikan Masih Tertinggal Layanan Kelistrikan Baru 74 Persen

  Rabu, 16 January 2019 14:47
BERI ARAHAN: Wabup Antonius L. Ain Pamero memberikan arahan pada Rakor dan Sosialisasi Program Kerjasama Penguatan Pemerintah Desa di Sektor Energi Terbarukan di Kabupaten Kapuas Hulu di Aula Bappeda, kemarin. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero mengungkapkan infrastruktur kelistrikan di Kabupaten Kapuas Hulu masih tertinggal. Hal tersebut diungkapkan Wabup dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Kerjasama Penguatan Pemerintah Desa di Sektor Energi Terbarukan di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (15/1) pagi.

“Pembangunan kelistrikan di Kabupaten Kapuas Hulu belum maksimal, kondisi geografis dan jarak antardesa sangat jauh,” tutur Wabup. Saat ini, kata Anton, sapaan karibnya, pelayanan listrik di Kapuas Hulu baru mencapai sekitar 74 persen. 

Selain itu diakui dia juga, terdapat permukiman atau desa yang berada di wilayah perairan atau sungai dan danau, yang tidak mungkin terbangun jaringan PLN. “Kemudian kewenangan urusan pemerintah di bidang ketenagalistrikan sudah tidak di pemerintah kabupaten, sehingga hanya berharap dari pemerintah provinsi dan pusat. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah,” tuturnya.

Oleh karenanya, ia mengharapkan perhatian dari Pemerintah Pusat melalui kementerian atau lembaga dalam upaya pembangunan infrastruktur kelistrikan tersebut di Bumi Uncak Kapuas. “Salah satunya melalui mekanisme kerja sama penguatan pemerintah desa di sektor energi terbarukan yang ditawarkan oleh BKCN ini,” ucap Wabup.

Maka dari itu, Pemda, ditegaskan dia, sangat mendukung program kerja sama investasi di sektor energi terbarukan dan ekonomi  lainnya, yang diinisiasi oleh BKCN dan pihak terkait lainnya. “Saya mewakili Pemkab Kapuas Hulu mengucapkan terima kasih dan menyambut baik atas perhatian dari BKCN beserta pihak terkait, bahwa Kapuas Hulu dijadikan sebagai salah satu kabupaten yang akan dibantu dalam pengembangan investasi di bidang energi terbarukan dan sektor ekonomi lainnya, dalam hal ini fokus di investasi budidaya pengembangan sorgum dan penerangan jalan umum tenaga surya,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Kerjasama Penguatan Pemerintah Desa di Sektor Energi Terbarukan tersebut. Kegiatan itu dihadiri Wabup, Kepala Badan Koordinasi CSR Nasional (BKCN) beserta tim, Kasubdit ESDM Dirjend Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu, instansi terkait, dan tamu undangan lainnya. (arf)

Berita Terkait