Indonesia Peringkat Pertama Destinasi Halal

Indonesia Peringkat Pertama Destinasi Halal

  Jumat, 19 April 2019 14:36
ilustrasi

Berita Terkait

PONTIANAK – Indonesia dinyatakan berhasil meraih peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal dunia versi GMTI (Global Muslim Travel Index) 2019. Bersanding dengan Malaysia, negara ini meraih skor 78, unggul di atas Turki dan Arab Saudi.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief mengapresiasi seluruh jajaran Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal yang telah bekerja keras sehingga prestasi baru ini berhasil diraih untuk Indonesia.

“Saya harapkan prestasi ini akan memacu destinasi wisata lain di Indonesia untuk segera mengembangkan wisata halal di masing-masing daerahnya, karena kita mampu, Indonesia mampu dan layak untuk dikenal dunia,” kata dia.

Pengembangan pariwisata halal di Indonesia, menurut dia, merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata yang sudah dikerjakan sejak lima tahun yang lalu. Data GMTI 2019 menunjukkan bahwa hingga tahun 2030, jumlah wisatawan muslim (wislim) diproyeksikan akan menembus angka 230 juta di seluruh dunia.

Pertumbuhan pasar pariwisata halal Indonesia di tahun 2018, sebut dia, mencapai 18 persen, dengan jumlah wislim mancanegara yang berkunjung ke destinasi wisata halal prioritas Indonesia mencapai 2,8 juta dengan devisa mencapai lebih dari Rp 40 triliun.

“Mengacu pada target capaian 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang harus diraih di tahun 2019, Kementerian Pariwisata menargetkan 25 persen atau setara 5 juta dari 20 juta wisman adalah wisatawan muslim,” sebut dia.

Peluang inilah yang ditangkap oleh Kementerian Pariwisata, dan ditindaklanjuti dengan pengembangan 10 Destinasi Halal Prioritas Nasional di tahun 2018 yang mengacu standar GMTI, antara lain Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Lombok, dan Sulawesi Selatan.

Tahun ini, penguatan destinasi pariwisata halal dilakukan dengan menambah keikutsertaan enam Kabupaten dan Kota yang terdapat di dalam wilayah 10 Destinasi Halal Prioritas Nasional, yaitu Kota Tanjung Pinang, Kota Pekanbaru, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cianjur.

Selain Indonesia dan Malaysia, urutan ranking wisata halal dunia versi GMTI diraih oleh Turki (skor 75), Arab Saudi (skor 72), serta Uni Emirat Arab(skor 71). Adapun negara lain yang masuk dalam top 10 wisata halal dunia lainnya antara lain Qatar (skor 68), Maroko (skor 67), Bahrain (skor 66), Oman (skor 66), dan Brunei Darussalam (skor 65).

Sementara itu, Koordinator Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kalbar, Suherman menilai, dalam  mewujudkan wisata halal, maka mutlak diperlukanya adanya standar kehalalan yang diakui oleh dunia. Sertifikasi Halal yang dikeluarkan oleh MUI pun menurutnya sudah tersandarisasi dan diakui oleh dunia. Serfikasi halal ini, salah satunya perlu dihadirkan pada produk-produk yang dibuat oleh UMKM. “Jika ingin membuat wisata halal, maka sertifikasi halal tentu menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi terlebih dahulu,” kata dia.

Karena itu menurutnya, pemerintah harus mendorong hadirnya produk-produk halal, agar kota Pontianak menjadi salah satu destinasi halal. Pemerintah, tambah dia, semestinya memberikan insentif bagi UMKM agar mereka mudah memperoleh sertikasi halal. (sti)

Berita Terkait