Increase Your ATM Card Security

Increase Your ATM Card Security

  Kamis, 5 April 2018 11:00

Berita Terkait

BELAKANGAN ini dunia perbankan disibukkan dengan banyaknya berbagai kasus pembobolan rekening nasabah. Terutama kasus skimming yang semakin marak terjadi di Indonesia. 

Menurut penjelasan yang dipaparkan oleh laman How Stuff Works, card skimming adalah aktivitas menggandakan informasi yang terdapat dalam pita magnetik (magnetic stripe) yang terdapat pada kartu debit/ATM secara ilegal. 

Laman Bank Tech menerangkan bahwa teknik pembobolan karu ATM nasabah melalui teknik skimming pertama kali teridentifikasi pada 2009 lalu di ATM Citibank, Woodland Hills, California.

Saat itu diketahui jika teknik skimming dilakukan dengan cara mengggunakan alat yang ditempelkan pada slot mesin ATM bernama skimmer. Modus operasinya adalah mengkloning data dari magnetic srtripe yang terdapat pada kartu ATM milik nasabah.

Maraknya kasus pencurian data di kartu debit dengan cara skimming tentu membuat pihak bank lebih mawas dan melakukan beberapa perubahan seperti migrasi kartu ATM dari yang model magnetic stripe ke chip.

Saat ini pihak bank juga sudah menghimbau nasabahnya untuk mengganti kartu ATM yang dimiliki dengan kartu berteknologi chip demi alasan keamanan.

Kepala Kantor Wilayah Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Prijono, menjelaskan bahwa Bank Indonesia juga sudah mengeluarkan ketentuan bahwa setiap bank diharuskan melakukan migrasi tersebut.  

“Migrasi ini masih dalam masa transisi, ditergetkan tahun 2021 semua bank sudah menggunakan teknologi chip,” tambah Prijono. 

Kenapa membutuhkan waktu yang lama? Menurut Prijono, ini semua masih melihat kesiapan dari berbagai pihak perbankan. “Dalam prosesnya, butuh dilakukan sinkronisasi teknologi dan juga masalah pembiayaan,” jelas Prijono. 

Hal ini bukan tanpa alasan, teknologi chip sendiri memang membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan magnetic stripe. Tapi tingkat keamanannya lebih tinggi. “Yang jelas Bank Indonesia sebagai regulator telah mengantisipasi aturan untuk peralihan itu,” pungkas Prijono.

Coba deh cek kartu ATM yang kamu miliki di dalam dompet. Apakah masih berjenis garis magnetik (magnetic stripe) atau udah menggunakan teknologi cip (chip)? Atau dua-duanya? Nah, kalau belum, demi keamanan kamu bisa kok menggantinya ke bank. Namun, yang pasti kamu sendiri yang harus menjaga keamanan kartu ATM-mu, lebih protect ya, guys. (sya)

Magnetic Stripe

Strip berwarna hitam ini dikenal dengan magnetic stripes yang terbuat dari magnet-magnet kecil dan menyimpan informasi mengenai akun kamu. Saat kamu menggesekkan kartu pada mesin electronic data capture (EDC), mesin tersebut akan memroses dan menghubungkan informasi pada kartu dengan bank yang bersangkutan dan menjalankan transaksi yang sedang kamu lakukan.

Chip

Chip ini “tertanam” dalam kartu dan berisi segala informasi tentang pemiliknya. Memiliki PIN (Personal Identification Number). Saat kamu bertransaksi menggunakan kartu yang memiliki chip, mesin pemrosesnya disebut dengan Point of Sale (POS) terminal. Data yang berada di dalam chip akan terbaca di terminal dan kamu akan diminta untuk memberikan PIN. Bila PIN telah dimasukkan dan benar, barulah transaksi dapat diproses. Jadi, pada dasarnya, kartu chip nggak akan terbaca bila nggak ada PIN.

Berita Terkait