IMUNISASI Siapkan 540 Pos

IMUNISASI Siapkan 540 Pos

  Kamis, 3 March 2016 09:19

Berita Terkait

KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr I Ketut Sukarja mengatakan Pemerintah Kabupaten Sambas telah menyiapkan 540 Pos Pekan Imunisasi Nasional  Polio tersebar di seluruh Desa di Kabupaten Sambas.

Hal itu diungkapkan dia pada rapat koordinasi persiapan pelaksanaan PIN Polio di Kab Sambas di Aula Dispenda Kab Sambas, Rabu (2/3). Pelaksanaan PIN Polio sendiri berlangsung 8 hingga 15 Maret 2016.“Kita menargetkan lebih dari 95 persen balita mendapatkan imunisasi Polio, walaupun target cakupan secara nasional hanya 95 persen,” ujarnya.

Jumlah total Balita sasaran ungkap dia adalah 60.326 jiwa. Pos PIN Polio nantinya lanjut dia akan dipusatkan di puskesmas, poskesder, rumah sakit maupun klinik-klinik swasta.Wakil Bupati Sambas, DR Pabali Musa MAG, dalam sambutannya mengatakan harus optimis PIN di Kab Sambas bisa berlangsung aman, tertib dan lancar serta hasilnya mampu 100 persen. Guna mewujudkan itu, dia mengingatkan seluruh komponen masyarakat harus mendukung pelaksanaan PIN ini.

Hanya saja diakui Wabup, tidak mudah untuk mencapai target demikian. Alasannya lanjut dia dikarenakan berbagai faktor yang mempengaruhi seperti geografis, pengetahuan masyarakat, adat budaya bahkan faktor etnis dan kelompok masyarakat tertentu yang masih menolak balitanya diberikan imunisasi.“Pemerintah daerah melalui unit kerja terkait akan terus memberikan sosialisasi dan pemahaman maupun informasi yang kontinyu terkait pelaksanaan PIN Polio,” jelasnya.

Keberhasilan nantinya terang dia akan turut ditentukan oleh partisipasi aktif seluruh komponen masyarkat salah satunya dengan turut memberikan pemahaman yang benar seputar PIN Polio. Para kades sebagai ujung terdepan pelayanan masyarakat, kata dia harus aktif mengajak seluruh rumah tangga yang memiliki balita untuk mengikuti PIN polio pada tanggal dan tempat yang telah ditentukan. “Hasil sidang World Helath Assembly tahun 2012 disebutkan bahwa pencapaian eradikasi polio atau pemusnahan total hingga ke akarnya merupakan kedaruratan kesehatan masyarakat global, sehingga dibutuhkan komitmen global juga,” terangnya.

Dalam rangka penanganan Polio, disebutkan Wabup, setiap negara melaksanakan beberapa tahapan-tahapan diantaranya pemberian imunisasi tambahan polio secara nasional, penggantian dari trivalen oral polio vaccine atau tOPV ke Bivalent Oral Polio Vaccine atau bOPV, introduksi inactivated polio vaccine atau IPV dan dilanjutkan dengan penarikan seluruh vaksin polio oral.

Pabali Musa menerangkan, PIN Polio tahun 2016 dilakukan guna mencegah terjadinya KLB Polio pada daerah-daerah kantong tersebut. Selain itu, tegas dia perlunya penarikan seluruh oral polio vaksin atau OPV untuk memininalisasi risiko munculnya kasus polio yang disebabkan virus polio sabin. “PIN Polio ini adalah pemberian imunisasi tambahan polio kepada balita tanpa memandang status imunisasi polio sebelumnya. Tujuan PIN Polio antara lain mengurangi resiko penularan virus polio yang datang dari negara lain, memastikan tingkat kekebalan masyarakat terhadap penyakit polio cukup tinggi dan memberikan perlindungan secara optimal pada balita terhadap kemunkinan munculnya kasus polio,” ungkap Pabali Musa. (har)

Berita Terkait