Imlek Simbol Kerukunan Umat Beragama

Imlek Simbol Kerukunan Umat Beragama

  Kamis, 14 February 2019 10:50
PERMAINAN MUSIK : Salah satu persembahan dari anak-anak SD Bunda Sungai Pinyuh berupa permainan musik

Berita Terkait

Tampilkan Seni Budaya Nusantara

MEMPAWAH - Perayaan Imlek 2570 di Kabupaten Mempawah yang dipusatkan di Vihara Tri Dharma Bakti Sungai Pinyuh menampilkan beragama acara hiburan. Salah satunya penampilan seni budaya nusantara. Kegiatan itu menjadi simbol kebersamaan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Mempawah.

“Kami memiliki konsep kebersamaan dan kerukunan umat beragama dalam perayaan imlek 2570 ini. Inilah yang menjadi alasan kami menampilkan kegiatan panggung seni budaya nusantara,” terang Ketua Panitia Imlek 2570 Sungai Pinyuh, Kok Sau Min kepada Pontianak Post, Selasa (12/2) malam di Sungai Pinyuh.

Kok Sau Min menjelaskan, acara seni budaya nusantara tersebut menjadi panggung untuk seluruh kalangan suku, etnis dan umat beragama di Kabupaten Mempawah untuk menampilkan kesenian, kebudayaan dan kreatifitasnya.

“Silahkan tampilkan apa saja yang dapat memberikan edukasi dan pesan-pesan nilai seni, budaya dan agama yang bersifat kebersamaan serta pemersatu umat. Kita ingin menjadikan panggung perayaan imlek ini sebagai bukti persatuan dan kesatuan elemen masyarakat Kabupaten Mempawah,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, Kok Sau Min mengungkapkan, pentas seni budaya nusantara dalam momentum perayaan imlek 2570 menampilkan beraneka ragam tarian, paduan suara, puisi, permainan alat musik hingga karaoke.

“Semuanya kita satupadukan diatas panggung perayaan imlek 2570 ini. Kita ingin seluruh elemen masyarakat berpartisipasi dan berkontribusi untuk menyemarakan dan menghibur masyarakat Kabupaten Mempawah,” harapnya.

Uniknya, lanjut Kok Sau Min, acara pentas seni budaya nusantara tidak hanya diikuti kelompok masyarakat tionghoa saja. Melainkan juga masyarakat dari suku, etnis dan agama lainnya di Kabupaten Mempawah.

“Misalnya penampilan kesenian tari suku dayak yang dibawakan oleh siswa SMK Elim Anjongan. Ada juga penampilan anak-anak dari SD Bunda, dan lembaga bahasa mandarin. Kita semua membaur menjadi satu kesatuan,” tegasnya.

Karenanya, dia berharap acara pentas seni budaya nusantara tidak hanya menjadi momentum perayaan dan hiburan semata. Melainkan juga memberikan edukasi dan menyampaikan pesan-pesan moral yang melambangkan persatuan, harmonisasi dan kerukunan hidup umat beragama di Kabupaten Mempawah.

“Mari kita pelihara dan jaga persatuan, kesatuan dan kedamaian yang tercipta dilingkungan masyarakat Kabupaten Mempawah. Meski berbeda keyakinan, suku dan etnis, namun kita semua memiliki cita-cita yang sama yakni membangun, memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Mempawah khususnya dan Kalbar umumnya,” tukas Kok Sau Min. (wah)

 

Berita Terkait