Imbau Masyarakat Tak Bakar Hutan

Imbau Masyarakat Tak Bakar Hutan

  Selasa, 19 March 2019 09:43
WASPADA KARHUTLA: Kebakaran hutan dan lahan beberapa waktu lalu yang membuat kerugian cukup besar baik dari sisi materi dan kesehatan lingkungan di wilayah Kabupaten Mempawah. WAHYU JARTHAKUSUMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Panas yang melanda wilayah Kabupaten Mempawah diharapkan tidak memberikan dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menghimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakar hutan dan lahan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Sebab, saat ini cuaca panas dan sangat berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto, Senin (18/3) siang.

Didik memastikan pihaknya terus melakukan monitoring dan patroli dilapangan untuk memantau aktivitas masyarakat. Petugas mengawasi lokasi-lokasi yang kerap menjadi langganan karhutla pada musim kemarau.

“Petugas secara rutin melakukan patroli untuk mengantisipasi kemungkinan kasus karhiutla. Melalui patroli, kita lebih siap dan sigap dalam mengantisipasi terjadinya kemungkinan karhutla di Kabupaten Mempawah,” tuturnya.

Sepanjang bulan Maret, Didik mengungkapkan, pihaknya telah menemukan dua kasus Karhutla di wilayah Kabupaten Mempawah. Yakni di Moton Tinggi, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur. “Tapi setelah kami datangi bersama jajaran Polres dan Kodim, memang lahan tersebut sengaja dibakar oleh pemiliknya. Namun, si pemilik berjaga selama pembakaran tersebut agar api tidak meluas,” paparnya.

Karenanya, Didik meminta masyarakat pro aktif melaporkan kepada petugas terkait aktivitas pembakaran hutan dan lahan. Kalau pun kegiatan itu harus dilakukan, sebaiknya masyarakat berkoordinasi lebih dulu kepada petugas BPBD maupun TNI/Polri.

“Silahkan lapor kepada Bhabinkamtibmas maupun Babinsa dilingkungannya masing-masing. Nanti, petugas akan memberikan pengarahan tentang aktivitas pembakaran yang baik hingga tidak menimbulkan kasus karhutla,” pendapatnya.

Terkait cuaca panas di wilayah Kabupaten Mempawah, Didik memperkirakan dalam waktu dekat akan turun hujan. Sesuai prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mempredikasikan curah hujan akan turun pada pertengahan Maret hingga akhir bulan nanti.

“Walau pun diawal bulan Maret ini curah hujan berkurang, namun sejak pertengahan hingga akhir nanti diperkirakan akan semakin meninggi curah hujan diwilayah Kabupaten Mempawah,” tuturnya.

“Masih menurut prakiraan cuaca dari BMKG menyebutkan curah hujan mulai berkurang pada bulan Mei mendatang. Kemungkinan pada Mei nanti kita akan menghadapi musim kemarau. Dan mudah-mudahan, tidak berlangsung lama,” harapnya mengakhiri. (wah)

Berita Terkait