Ikan, Gula dan Sosis Selundupan

Ikan, Gula dan Sosis Selundupan

  Kamis, 3 December 2015 09:58
Foto Polres Sanggau

Berita Terkait

SANGGAU – Kepolisian Resor Sanggau, Rabu (2/12) pagi menangkap dua kendaraan yang berbeda diwilayah berbeda. Satu kendaraan ditangkap di Sosok, Tayan Hulu karena membawa ikan ilegal. Sementara di Kembayan, polisi memberhentikan minibus yang membawa gula ilegal dan sosis.

 Kapolres Sanggau, AKBP Donny Charles Go Sik membenarkan pihaknya melakukan penangkapan. Penangkapan tersebut tidak terlepas dari operasi memperketat pengawasan di lintas batas Entikong-Malaysia. Di Jalan Lintas Negara Desa Tanab, Kecamatan Kembayan, polisi menyita 15 karung gula ilegal asal Malaysia dan 40 dus berisi sosis tanpa kelengkapan dokumen resmi. Sosis dan gula ini dibawa dengan minibus KB 1588 HW. Saat ini, kendaraan mini bus dan sopir atas nama Junaidi, 45 tahun,  diamankan di Mapolres Sanggau.

 “Kami masih cari tahu siapa pemiliknya, dan mau dibawa kemana barang-barang ini,” ujar Donny, Rabu sore.   Ditempat terpisah, polisi juga menangkap sebuah kendaraan truk KB 888 DF yang dikemudikan oleh Suherman. Di dalam truk tersebut dimuat ikan asal Malaysia sebanyak 3,2 ton atau 3200 kilogram. Selain itu, di dalam truk juga terdapat 173 kotak ikan patin dan 150 kotak ikan gembung.“Kami masih interogasi kemana ikan ini akan dibawa,” kata dia.

 Dalam beberapa hari belakangan, kepolisian memperketat wilayah perbatasan terutama untuk menekan masuknya barang ilegal baik berupa sembako atau lainnya yang berbahaya bagi masyarakat. “Terlebih lagi masuknya ini tidak ada izin,” tegas dia. Donny memberikan atensi untuk melakukan upaya pencegahan agar tidak semakin merajalela. Kepolisian sektor yang berada dijalur lintas batas supaya tegas dalam menindak pelaku yang masih coba-coba membawa barang-barang ini.

 “Apapun itu, kalau masuknya melanggar aturan harus ditindak. Jangan ada toleransi apapun dan siapapun. Ini hal yang harus diperhatikan secara serius oleh anggota dilapangan,” tegasnya.Jalur lintas utama Sanggau dan juga wilayah perbatasan, memang selama ini menjadi jalur untuk membawa barang ilegal ini. “Asal aparatnya tidak neko-neko saya kira hal semacam ini sangat mudah diungkap. Karenanya saya menekankan anggota agar bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dilapangan,” harapnya.Mengenai pelaku dan pemilik barang, Donny menegaskan tetap akan dilakukan proses. “Kami proses, kalau ada pelakunya, pelanggarannya jelas, ngapain ndak diproses,” ujarnya menegaskan. (sgg)

 

Berita Terkait