Ikan Berbahaya Ancam Populasi Ikan Asli Kalbar

Ikan Berbahaya Ancam Populasi Ikan Asli Kalbar

  Jumat, 10 Agustus 2018 15:16

Berita Terkait

Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Entikong,memusnahkan ikan-ikan berbahaya dan bersifat invasif karena akan mengancam populasi ikan asli. Pemusnahan ikan berbahaya dan bersifat invasif dengan cara dikubur, karena ikan invasive itu sudah dalam keadaan mati. Pemusnahan dipimpin langsung oleh Kepala BKIPM, Giri Pratikno, Jumat (10/8) di Entikong.

=========

ADAPUN jenis ikan invasive yang dimusnahkan adalah 6 ekor ikan piranha 9 ekor ikan sapu-sapu dan 1 ekor ikan Oscar. Semua ikan invansif itu merupakan hasil sidak yang dilakukan BKIPM Entikong disejumlah pasar di perbatasan dan ada juga yang diserahkan langsung oleh masyarakat.

Kepala BKIPM Entikong, Giri Pratikno  menerangkan bahwa ikan sapu-sapu, piranha  dan oscar merupakan ikan yang membahayakan sumber daya hayati ikan di Indonesia.  “Kita ambil contoh ikan piranha jika terlepas di alam bebas bisa membahayakan ikan lokal.Dengan porsi makan yang sangat besar, cepat berkembang biak dan dapat dipastikan keberadaan ikan piranha akan mengancam keberlangsungan sumber daya ikan kita," terang Giri Pratikno.

Giri Pratikno menerangkan ikan yang dimusnahkan merupakan hasil penyitaan  BKIPM pada  bulan Juli lalu, ikan invansiv itu ada yang dijual oleh pedagang kami amankan begitu juga dengan ikan yang menjadi peliharaan dengan suka rela diserahkan setelah gencar dilakukan sosialisasi diperbatasan.

“Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41/PERMEN-KP/2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya Dari Luar Negeri Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia, ikan-ikan yang dimusnahkan tersebut tergolong jenis ikan yang berbahaya,” jelas Giri Pratikno.

"Kehadiran species ikan baru, yang dikenal sebagai Species Asing Invasif (SAI) mendesak populasi ikan asli atau endemik, baik melalui pemangsaan, kompetisi makanan, maupun keunggulan reproduksinya. Ikan-ikan asli menjadi semakin sulit dan terancam hidupnya dan pada akhirnya tersisihkan, digantikan oleh ikan asing introduksi tersebut,” pungkasnya. (agus alfian)

 

Berita Terkait