IIP BUMN Sosialiasasi Gerakan Indonesia Bersih

IIP BUMN Sosialiasasi Gerakan Indonesia Bersih

  Rabu, 17 April 2019 17:25
SOSIALISASI : Sosialisasi dan edukasi terkait ajakan kepedulian masyarakat terhadap sampah di Pontianak.

Berita Terkait

Ketua Istri-Istri Pimpinan BUMN Jabodetabek, Riana Elvyn Massasya memberikan sosialisasi dan edukasi terkait ajakan kepedulian masyarakat terhadap sampah di Pontianak. Bertajuk Gerakan Indonesia Bersih, Ketua Badan Pengurus Pusat Persatuan Istri Pekerja (PIP) PT Pelindo II dan Ketua yayasan Barunawati Nusantara (YBN) ini didampingi Purnama Rizal Ariansyah Sekretaris YBN, dan Santi Dani Rusli Bendahara Umum YBN. 

Acara berlangsung Selasa (16/4) di Taman Kanak-kanak (TK) Barunawati, Jalan Kom Yos Sudarso itu dihadiri orang tua murid. Riana menjelaskan, Gerakan Indonesia Bersih ini merupakan satu gerakan bersama untuk melakukan perubahan yang berdampak baik bagi lingkungan. Bahwa wanita Indonesia peduli lingkungan membangun Indonesia bersih. “Ini bagian Gerakan Indonesia bersih, gerakan membuat Indonesia menjadi bersih,” katanya. 

Menurut dia, membuang sampah pada tempatnya belum cukup untuk menjadikan Indonesia bersih. Faktanya, banyak sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terbawa aliran air saat hujan, dan terbawa arus hingga ke lautan. Sampah ada di mana-mana. Perlu kontribusi bersama, untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah. “Ibu-ibu dapat berkontribusi, mulai dari diri sendiri, gaya hidup minim dari sampah. Menghindari penggunaan bahan yang dapat mencemari lingkungan, menolak sekali pakai,” papar dia. 

Kegiatan ini diisi dengan pemaparan dampak sampah bagi lingkungan dan gerakan peduli lingkungan. Purnama Rizal Ariansyah Sekretaris YBN, dan Santi Dani Rusli Bendahara Umum YBN menyampaikan Indonesia berada di urutan kedua sampah terbanyak melalui video yang diputar. 

Beragam informasi terkait dampak penumpukkan sampah disampaikan kepada peserta. Termasuk efek buruk bagi ekosistem laut. Seperti peristiwa paus ditemukan mati dengan perut penuh sampah plastik. Melalui video, peserta juga ditontonkan kondisi sampah di salah satu laut Indonesia. Peserta pun dilibatkan untuk aktif bertanya. Para orang tua masih ada yang belum memahami apa itu diet plastik. 

Kegiatan ini juga mengajak para ibu rumah tangga untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Sebab butuh ratusan tahun untuk mengurai sampah. Sebaliknya mengajak para peserta terbiasa membawa botol minuman, membawa bekal makanan, dan membungkus kembali sisa makanan. Tak kalah pentingnya membiasakan menggunakan tas belanja sehingga tidak lagi menggunakan kantong plastik. Di akhir acara, peserta mendapatkan tas belanja yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sebagai langkah awal mendukung gerakan diet plastik. (ser)

Berita Terkait