IDI: Saat Ini Tak Ada Pemberhentian Untuk Dokter Terawan

IDI: Saat Ini Tak Ada Pemberhentian Untuk Dokter Terawan

  Senin, 9 April 2018 14:06
Suasana konferensi pers Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PBIDI) atas kasus Dr.dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

Berita Terkait

PENGURUS Besar Ikatan Dokter Indonesia (PBIDI) memutuskan untuk menunda sanksi keras terhadap Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) dari anggota IDI. Sebab, surat rekomendasi Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK) hanyalah ranah etik. 

Sedangkan, ranah disiplin untuk metode 'cuci otak' dokter Terwan baru akan diuji klinis oleh Tim Health Technology Assestment oleh Kementerian Kesehatan.

Sehingga, berdasarkan rapat Majelis Pimpinan Pusat (MPP) IDI pada 8 April 2017, yang dihadiri seluruh unsur pimpinan PB IDI, diputuskan menunda pelaksanaan keputusan MKEK karena kondisi tertentu.

"Maka sambil menunggu dan mengumpulkan bukti-bukti tentu harus melalui uji klinik lanjutan. Kewenangan medis itu kewenangan HTA. Kami hanya ranah etika. Penundaan sanksi ini tergantung pada bukti-bukti yang kami kumpulkan," tegas Ketua Umum PB IDI Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis, Sp.OG dalam konferensi pers, Senin (9/4).

Maka, hingga kini dokter Terawan masih menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto serta anggota IDI.

"Selama masih menunggu tentu akan tidak adil untuk dokter Terawan, kami tak mau memutuskan gegabah. Status dokter Terawan tak ada pemberhentian. Kami masih melakukan penelusuran," tegas Ilham.

Apalagi, kata dia, dokter Terawan sudah melakukan pembelaan akhir pekan lalu. Sedangkan metode brain wash atau cuci otak yang dipelopori dokter Terawan masih di uji oleh tim HTA.

"Sesuai pasal 4 dan pasal 6 kodeetik kedokteran apakah dengan poin-poin tersebut terbukti, apalagi dokter Terawan sudah pembelaan Jumat lalu. Mana bukti yang sudah dilakukan itulah yang akan menjadi batas waktu penundaan," paparnya.

Hasilnya nanti, IDI bisa memutuskan melaksanakan keputusan MKEK tersebut. Atau pilihan kedua yakni dokter Terawan akan bebas dari segala tuduhan.

Seperti diketahui, dokter Terawan sudah disidang pada Jumat (6/4) lalu dalam forum pembelaan oleh IDI. Pembelaan dilakukan berdasarkan Aturan Rumah Tangga (ART) IDI terhadap anggotanya atas sanksi yang dikeluarkan MKEK. (ika/JPC)

Berita Terkait