ICON + Tawarkan Open Access

ICON + Tawarkan Open Access

  Kamis, 19 April 2018 11:00
Diabadiakan: Foto bersama dalam kegiatan sosialisasi pemanfaatan tiang PLN dan Open Access dari ICON+, Selasa (17/4).

Berita Terkait

PONTIANAK - PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) menggelar sosialisasi pemanfaatan tiang PLN dan Open Access, Selasa (17/4) di Hotel Mercure, Pontianak. Sosialisasi tersebut dilakukan dalam rangka menawarkan konsep Open Acces yang merupakan solusi bisnis bagi penyelenggara TV kabel dalam pemanfaatan tiang listrik untuk kegiatan mereka.

ICON+ sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero) telah mengantongi Izin Pemanfaatan Jaringan (IPJ) dan merupakan satu-satunya yang memiliki IPJ. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No 036 tahun 2013 tentang Tata Cara Permohonan Izin Pemanfaatan Jaringan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Telekomunikasi, Multimedia, dan Informatika. ICON+ telah memiliki IPJ sejak 2016.

Manager Kemitraan ICON+ Pusat, Lantip Sasmito mengatakan, sesuai kebijakan PLN, maka seluruh pihak ketiga yang ingin memanfaatkan tiang listrik untuk keperluan telematika, harus bekerjasama dengan model Open Access, termasuklah Lembaga Penyiaran Berlanggganan (LPB) yang dapat menyelengarakan layanan melalui infrastruktur Open Access yang dibangun ICON+.

“Solusi ini akan berlaku untuk seluruh LPB di seluruh Indonesia. Keuntungan bergabung di ICON+ selain memberikan nilai lebih kepada LPB, juga tidak harus investasi membangun infrastruktur lagi,” paparnya.

Namun, dia menilai secara umum, kenyataan dilapangan saat ini masih banyak pihak yang menggunakan tiang listrik yang tidak berizin. Bahkan pemasangan kabel tidak sesuai dengan standar instalasi dan keamanan.

”Sehingga terkesan semrawut, serta mengganggu penyaluran ketenagalistrikan PLN dan membahayakan keamanan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Lantip mengatakan dari hasil sosialisasi ini ICON+ meminta kepada seluruh LPB di Kalbar untuk melakukan pendataan dan melaporkan kepada ICON+ sebagai tahap awal dalam melaksanakan kerjasama Open Access. 

“Paling lambat akhir April ini. Adapun bagi pihak-pihak yang tidak berkeinginan bekerjasama, ICON+ memberikan waktu selama 3 bulan untuk mulai memindahkan jaringan dari tiang listrik,” tegasnya.

Sosialisasi ini juga dihadiri perwakilan PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat, Rudi Mulyadi, serta para pengusaha Lembaga Penyiaran Berlanggganan (LPB). Dia berharap agar pengusaha TV kabel dapat memenuhi aspek-aspek administrasi serta lagalitas, sehingga tercipta kenyamanan bagi masyarakat. 

Sementara itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar, Muhammad Syarifudin Budi, mengapresiasi adanya sosialisasi ini. Dia berharap pengusaha TV Kabel dapat menaati hal ini, sehingga tidak hanya menguntungkan dari sisi bisnis, namun secara legalitas dapat dipertanggungjawabkan.

“Sehingga tidak hanya menguntungkan dari sisi bisnis saja, melainkan legalitas yang jelas,” pungkasnya. 

Saat ini PT icon+ telah menunjuk Hariyanto dari PT. Jaringan Nusantara Plus sebagai Perwakilan wilayah Kalbar, sehingga bagi pengusaha TV kabel yang ingin berkerjasama dapat menghubungi yang bersangkutan di no hp 085856137443. (sti)

Berita Terkait