Ibu Mesti Selektif Cari Bahan Pangan

Ibu Mesti Selektif Cari Bahan Pangan

  Rabu, 9 March 2016 10:43

PONTIANAK - Di seluruh belahan dunia, berbagai cara dilakukan perempuan seluruh dunia untuk memaknai hari itu. Di Pontianak, sekelompok ibu-ibu memilih untuk berkumpul di Hotel Mercure untuk lebih memaknai harinya itu.

Hari Perempuan Internasional diperingati Selasa (8/3). Ibu-ibu warga Jalan Perdana dan Jalan Damai, Pontianak memeringati hari itu dengan sebuah diskusi kecil. Diskusi terbuka itu bertemakan be heatlhy be happy. Chef Adang Eko dari Hotel Mercure menjadi pemberi materi diskusi tersebut.

Ibu-ibu terlihat antusias mendengarkan isi materi. Sesekali beberapa ibu memberikan komentar dari materi yang diberikan chef. Kali itu diskusi berisi, "cara memilih bahan pangan yang tepat dan benar."

Memasuki pertengahan acara diskusi, barulah ibu-ibu ini berani terbuka. Ibu Eli (40), contohnya, warga Jalan Perdana ini membagikan ceritanya tentang cara memilih telur. Disambut tawa oleh peserta lain, ia mempraktikan cara memilih telur ayam dengan mencium telur. Apakah terdapat bau yang tidak enak atau tidak.

Sementara Chef Eko mengatakan, sebenarnya mencium telur itu tidak ada efeknya karena cangkang melindungi telur dengan utuh. Peserta diskusi pun lagi pecah mendengar komentar Chef Eko.

"Cucu saya sudah lima, percayalah dari dulu cara saya memilih telur ya seperti itu," tegasnya dan disambut tawa seisi ruangan.

Sebelumnya diawal acara Cindy, Public Relation Hotel Mercure memberikan sedikit materi arahan tentang bagaimana seorang perempuan memaknai hari perempuan internasional ini. Ia berharap peran perempuan sebagai ibu rumah tangga dapat ditingkatkan. "Diskusi singkat hari ini diharapkan dapat lebih mengedukasi ibu-ibu cara memilih bahan pangan yang tepat," ungkapnya.

Seorang ibu lebih memiliki andil besar bagi kesehatan keluarganya. Ibu-ibu lebih sering pergi ke pasar dan memilih bahan masakan bagi keluarganya. Melalui diskusi itu, Ibu diharapkan dapat menjaga standar kesehatan keluarganya, jangan sampai ibu salah memilih dan meracuni keluarga.

Pertama kalinya Hari Perempuan Internasional diperingati adalah di saat para perempuan di Amerika diberikan kesempatan untuk memilik profesi seperti layaknya laki-laki. Semangat itu, kata dia, seharusnya dipertahankan terus oleh perempuan di dunia abad 21. Perempuan yang semakin memiliki kesempatan dapat berkarir di dunia manapun yang dia kehendaki.

Atik (36) salah satu peserta acara mengatakan, perempuan-perempuan yang memiliki keahlian mestinya diberikan kesempatan untuk berkarya. Selain itu seharusnya perhatian lebih diberikan kepada kaum perempuan agar tidak hanya fokus ke pekerjaan di dapur. “Kami para perempuan tidak lagi diremehkan,” ujarnya.

Di tengah acara, Chef Eko mengharapkan Ibu-ibu lebih selektif terhadap bahan pangan dengan memberikan yg terbaik bagi keluarga. Jangan sampai makanan yang dipilih dapat meracuni keluarga. Beberapa materi tersebut antara lain, cara memilih daging, ikan, telur, ayam, sayur dan buah serta bumbu masakan.

Peringatan Hari Perempuan Internasional berjalan dengan baik. “He for she” begitulah bagaimana acara kali ini ditemakan. Bagaimana seorang laki-laki dapat membagikan ilmu yang dimilikinya kepada para perempuan di sekitarnya.

Acarapun memasuki puncaknya. Chef Adang Eko memberikan presentasi singkat cara membuat sandwich. Sandwich dipilih karena dianggap Eko menu sarapan paling simpel tetapi juga sehat. Ibu-ibu juga dapat membuat sandwich sebagai bekal anak-anak ke sekolah.

Raut senang terlihat dari wajah ibu yang tak lagi muda ini ketika Chef Adang Eko mempraktekan cara membuat sandwich. Menu tak biasa ini menarik perhatian ibu-ibu untuk ikut meramu sandwich.

Di ujung Acara, Mona, HRD Manager Hotel Mercure mengharapkan ibu-ibu peserta dapat memaknai hari itu. Perempuan sekarang sudah lebih bebas untuk berkarir. “Kesempatan besar yang didapat itu seyogyanya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kita,” ujarnya.

Menurut dia, kaum perempuan dapat memaknai kesempatan ini setiap harinya. Hari Perempuan Internasional hanyalah sebuah simbol kebebasan bagi para wanita dan memiliki kesamaan derajat dengan kaum laki-laki.(*)