Ibu dan Anak Terlibat Perdagangan Orang

Ibu dan Anak Terlibat Perdagangan Orang

  Selasa, 6 September 2016 09:30
DIAMANKAN: Polsek Pontianak Selatan merilis dua pelaku tindak pidana perdagangan orang, Senin (5/9). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Kepolisian Sektor Pontianak Selatan menangkap Syarifah Nuraini alias Leni terkait dugaan kasus perdagangan orang (human trafficking) terhadap lima calon pekerja migran asal Sukabumi, Jawa Barat. Leni ditangkap di Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sungai Ambawang, Minggu (4/9).

Leni merupakan anak dari Nani, tersangka yang ditangkap bersama lima calon pekerja migran yang ditampung Jalan Tanjungpura, Pontianak pada Kamis, 1 September 2016.    

Keduanya bekerjasama untuk melakukan perekrutan calon tenaga kerja asal Indonesia yang akan dipekerjakan di sebuah kafe atau restoran di Malaysia dengan gaji Rp3 juta perbulan. 

Untuk mencari calon TKI, Leni yang merupakan warga Pontianak bersama dengan ibunya datang ke Sukabumi, Jawa Barat. Di Sukabumi, mereka bertemu dengan Jamaludin alias Jamal. Atas iming-iming tersebut, Jamal bersedia atas mencari beberapa rekan yang bersedia untuk dipekerjakan di Malaysia. 

Setelah terpenuhi, para korban dibawa ke Pontianak dan ditempatkan di rumah penampungan sementara namun tanpa diurus oleh tersangka. Hingga kedoknya terendus aparat kepolisian setelah satu diantaranya berhasil kabur dari rumah penampungan tersebut.   

Sementara Leni diketahui sudah berada di Malaysia. Untuk menangkap Leni yang berada di Malaysia, tentu membutuhkan waktu yang cukup panjang. Namun dengan koordinasi yang baik antara unit Jatanras Polsekta Pontianak Selatan dan perwakilan dari Polsek Sukabumi berhasil memancing tersangka untuk datang ke Indonesia dengan menggunakan ibunya (Nani) sebagai umpan. 

"Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Sukabumi. Kami bersama anggota Polsek Sukabumi melakukan pengembangan dan Alhamdulillah, Minggu (4/9) tersangka Leni yang merupakan anak dari tersangka Nani berhasil kami tangkap di terminal ALBN Sungai Ambawang," ujar Kapolsekta Pontianak Selatan AKP Ridho Hidayat, Senin (5/9) siang.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Leni memiliki tiga suami; di Malaysia, Pontianak, dan di Sukabumi. 

"Di Malaysia, Leni tinggal bersama suaminya," katanya.     

Dikatakan Ridho, rencananya kedua tersangka dan lima orang korban asal Sukabumi akan diterbangkan ke Sukabumi untuk proses hukum selanjutnya.

"Hari ini juga kami akan terbangkan ke Sukabumi, baik tersangka maupun korban," terangnya. 

Berdasarkan koordinasi dengan Polres Sukabumi, banyak modus perekrutan tenaga kerja serupa terjadi Sukabumi. Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi di Pontianak, pihaknya terus melakukan pemantauan lebih lanjut.  

Sementara itu Leni sempat mengalami pingsan saat tim Jatanras akan melakukan ekspose. 

Sebelumnya, Unit Jatanras Polsek Pontianak Selatan menggerebek sebuah rumah yang diduga dijadikan sebagai  tempat penampungan calon TKI ilegal di Jalan Tanjungpura, Gang Bayu, Pontianak pada Kamis (1/9) sekitar pukul 16.00.

Dalam penggerebekan ini, kepolisian berhasil menangkap  satu tersangka atas nama Nani (46),  serta mengamankan lima orang calon TKI ilegal asal Sukabumi, Jawa Barat yang akan diberangkatkan ke Sarawak, Malaysia melalui Entikong. 

Dari lima calon tenaga kerja ilegal tersebut, dua diantaranya merupakan anak di bawah umur. Penggerebekan tersebut berdasarkan laporan dari Polres Sukabumi, Jawa Barat dengan nomor LP/B/167/DV/2016/DAJABAR/RES SKJ terkait tindak pidana perdagangan orang yang melibatkan anak di bawah umur.

Laporan tersebut berasal dari orang tua salah satu calon TKI ilegal, yang melaporkan bahwa anaknya yaitu DR (14) meninggalkan rumah pada Minggu (24/8) dan diketahui sedang berada di Kalimantan dibawa oleh tersangka.

Kemudian pelapor langsung menghubungi korban dan mendapatkan kabar jika DR berangkat ke Kalimantan dengan alasan untuk bekerja di restoran dan diiming-imingi dengan gaji menggiurkan. (arf) 

Berita Terkait