IAFT UPB Bantu MTs At-Taminiyah

IAFT UPB Bantu MTs At-Taminiyah

  Senin, 26 September 2016 10:58
FOTO BERSAMA: Pengurus IAFT dan BEM FT UPB foto bersama kepala dan siswa/i MTs At-Taminiyah usai penyerahan bantuan. MADE FRANS/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Sumbang 70 Meja & Kursi

Abdul Harap Perhatian Pemerintah

IKATAN Alumni Fakultas Teknik Universitas Panca Bhakti (IAFT UPB) Pontianak menyumbangkan 70 meja kursi dan delapan set Alquran pada MTs At-Taminiyah, Desa Sungai Kupah, Kecamatan Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Para alumni mengantarkan sendiri bantuan tersebut ke lokasi pada Sabtu pagi, 24 September 2016.

“Banyak terima kasih pada rombongan IAFT UPB yang berikan sumbangan meja dan kursi. Ini tentu sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Usia sekolah ini sudah tua, dari 1985 sampai saat ini, kami jarang dapat bantuan pemerintah. Makanya, kami bersyukur, Allah memberi kami rezeki dari jalan lain,” ujar Abdul Hadi, Kepala MTs At-Taminiyah.

MTs yang ia pimpin saat ini memiliki 65 siswa, dengan lebih dari 1.000 alumni. Ia berharap, MTs At-Taminiyah dapat jadi negeri. “Berat, mengelola sekolah swasta tanpa dukungan finansial kuat. Selama ini, kami hanya harapkan dana BOS pemerintah,” katanya.

Mereka telah dua kali mengajukan menjadi MTs negeri, tetapi belum mendapat jawaban, karena harus dari pusat (Kemenag). “Beda dengan diknas, dari kabupaten sudah bisa negeri. Kemarin ada wacana mau negeri ke SMP, tapi dari kemenang keberatan melepaskan,” ujarnya.

Menurutnya, MTs At-Taminiyah layak jadi negeri, karena di Kubu Raya hanya ada satu, yaitu di Rasau Jaya. “Dari Kemenang kabupaten juga harapkan kami jadi negeri. Karenanya, kami harap perhatian pemerintah,” katanya.

Terkait penyerahan bantuan, digelar seremoni sederhana pada salah satu ruang kelas. Di mana, Ali Uhan, Ketua IAFT UPB Pontianak, memotivasi para siswa untuk rajin belajar. “Bantuan ini, abang tak minta balasan apa-apa. Abang hanya minta adik-adik belajar dengan rajin dan sunguh-sungguh. Siapa tahu jika sudah besar, kalian yang berdiri di depan seperti kami,” ujarnya.

Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak berdasarkan lokasi, tetapi kebutuhan. “Seperti MTs ini, terakhir kami tahu kondisi sekolah baru diperbaharui, bangunan lama boleh dibilang sudah roboh. Meja dan kursi pun sudah tak layak pakai, banyak paku menonjol ke luar. Dari situ, IAFT UPB tergerak,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut untuk memperingati HUT RI. “Idenya, bagaimana memerdekakan masyarakat, paling mujarab melalui pendidikan. Makanya kami konsentrasi bidang ini. Kami terus cari sekolah mana yang butuh uluran tangan. Kami juga tidak pilih ras, suku, atau agama; itu tidak jadi pandangan kami, konsentrasi kami hanya pendidikan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Idris Maheru, Sekretaris IAFT UPB. “Kami melihat pendidikan ini terpenting untuk selesaikan masalah bangsa, seperti kemiskinan,” katanya.

Pada 1 Oktober 2016, juga akan digelar kuliah umum dari alumni FT UPB yang menjadi kepala divisi di PT Wijaya Karya, Jakarta. “Ini untuk mahasiswa aktif dan IAFT. Ini jadi tambahan pengetahuan bidang teknik sipil yang bagus di Kalbar,” pungkasnya. (d1/ser)

Berita Terkait