Humblebrag, Perilaku Merendah untuk Meninggi

Humblebrag, Perilaku Merendah untuk Meninggi

  Selasa, 8 May 2018 10:00

Berita Terkait

Jika kamu menemukan postingan foto teman di media sosial dengan caption 'Aduh, harus diet nih', padahal badannya langsing bak model. Fix doi terjangkit wabah humblebrag. Humblebrag adalah sikap menyombongkan diri secara terselubung. Dimana ia bermaksud pamer tapi nggak ingin diperlihatkan scara langsung.  

FYI, istilah humblebrag atau seni kerendahan hati palsu mulai diperkenalkan tahun 2010 oleh komika asal Amerika, Harris Lee Wittels.Saat itu Haris menyoroti tingkah laku kebanyakan selebriti cantik dan kaya Hollywood yang mencoba tampil seperti rakyat biasa. Kini, wabah humblebrag nggak hanya sebatas pada tingkah laku. Tapi, juga beredar lewat posting-an di media sosial, baik status maupun unggahan foto.

• Perilaku angkuh yang halus

Pengalaman menemukan perilaku humblebrag pernah dialami Wila Kristiani. Nggak hanya remaja, cewek aktif ini pernah menemukan perilaku humblebrag yang dihadirkan seorang ibu.  "Jadi, aku sempat menemukan foto seorang ibu di medsos dengan caption 'Padahal aku udah tua tapi sering banget dikira kakak adek sama anakku yang pertama, hehe menurut kalian gimana?'," curhatnya.  

Menurut siswi SMAN 1 Bengkayang, perilaku humblebrag semacam keangkuhan seseorang. Dimana orang tersebut ingin menyombongkan kelebihan yang dimiliki dengan cara yang halus. Kebanyakan yang merespon perilakunya ini adalah orang terdekatnya. 

Setiap orang memang memiliki hal untuk menentukan perilakunya, tetapi Wila berharap apapun yang dimiliki, terutama kelebihan cukup jadikan hal itu sebagai bentuk kebahagiaan untuk orang lain yang ada disekitarmu. Karena tak semua yang seseorang tulis pada unggahannya menyenangkan untuk orang lain.

"Dan kalau itu orang terdekatku bakalan aku kasih tau tentang istilah humblebrag dan definisinya. Termasuk bagaimana respon orang lain lain tentang tulisannya tersebut atau kasi tau apa yang jenis jenis unggahan yang di sukai oleh pengguna media sosial," tuturnya.

• Wajar jika memotivasi 

Namun, nggak semua humblebrag terlihat merugikan. Seperti yang diungkapkan Fauziah. Cewek cantik berhijab ini sempat  bersikap humblebrag di media sosialnya. "Ceritanya waktu itu aku iseng nulis status 'Jadi pengawas ujian termuda se-Kota Pontianak', "akunya. 

Niatnya sih murni ingin menunjukkan bahwa ini diusia yang masih muda, mahasiswi jurusan matematika IKIP PGRi Pontianak ini udah sukses. Dan berharap dapat memotivasi orang lain agar lebih semangat.

Menurut Zi, panggilan akrabnya  apa yang dilakukamnya juga masih dalam  batas wajar. Karena sebelum memosting, dirinya udah memikirkan dampak negatif dan positifnya. Dirinya juga merasa baik-baik aja jika ada orang terdekat yang bersikap humblebrag.  

"Setiap orang memiliki hak untuk bersikap seperti apa, termasuk humblebrag. Selama bisa memberi motivasi untuk org lain, why not?," tambahnya. 

Zi kurang setuju jika humblebrag udah menyerempet kayak pamer-pamer harta. Akan jadi ancaman bagi diri humblebrag. Tapi, balik lagi setiap orang punya cara sendiri untuk menunjukkan sesuatu, walaupun akhirnya jadi bersikap humblebrag dan kurang disukai orang banyak.

• Bijak agar terhindar dari humblebrag

Meski tak memiliki pengalaman melakukan, atau menemukan teman terdekat yang pernah bersikap humblebrag, tetap saja perilaku ini dirasa merugikan oleh Lia Pratiwi.  Menurut cewek manis berkacamata ini untuk mendapatkan perhatian, seseorang bisa melakukan cara lain, bukan dengan bersikap humblebrag.  

Perilaku berbicara yang bertolak belakang dengan niat asli ini justru akan akan membuat orang lain menjauhi dirinya.  Bahkan sampai mengecap seorang humblebrag sebagai sosok yang sombong. Bagi mahasiswi STBA Pontianak sombong bukan sifat yang positif. "Nggak jarang perilakunya menimbulkan komentar dari orang yang melihatnya. Entah meledek, memuji, atau bisa jadi nyinyir," cuapnya. 

Dampak buruk lainnya yang didapatkan sikap humblebrag ini dapat menimbulkan rasa benci dalam diri orang lain. Namun, jika sudah mendarah daging, rasanya agak sulit meminta seseorang mengurangi sikap humblebragnya. "Aku sempat baca bukannya kecewa saat tak mendapat respon, seorang humblebrag justru semakin berusaha untuk terus diperhatikan," tambahnya. 

Tak jarang mereka sampai memilih untuk memposting kata-kata yang menjurus humblebrag di media sosial. Lia berpesan akan lebih baik medsos digunakan secara bijak dan menjauhi sifat humblebrag. "Intinya, jangan sampai menjadikan kebiasaan atau bahkan berbangga melakukan humblebrag," pungkasnya. (ghe)

Berita Terkait