How To Be A Script Writer?

How To Be A Script Writer?

  Selasa, 24 July 2018 10:00

Berita Terkait

PONTIANAK - Komunitas Bermain Belajar-Belajar Bermain baru saja menjadi wadah dan fasilitator anak muda untuk belajar dunia perfilman. Sabtu (21/7) dan Minggu (22/7) siang kemarin komunitas yang dimotori oleh Sudjane Kenken ini menggelar acara workshop penulisan script writer. Tercatat sebanyak 12 orang yang beruntung mendapatkan kesempatan diskusi intim mempelajari dunia menulis skenario film ini.

“Pada dasarnya kegiatan ini merupakan program hibah yang bertujuan untuk mencari bibit dan menyalurkan bakat di bidang penulisan khususnya skenario film. Pesertanya juga dibatasi supaya penyampaian dan ilmu yang diserap lebih jelas. Peserta workshop yang serius akan diberikan pelatihan magang di PH Jakarta. Mereka diwajibkan mebuat skenario film pendek,” ujar Ken.

Skenario adalah sebuah naskah cerita yang menguraikan urut-urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog, yang disusun dalam konteks struktur dramatic, fungsinya sebagai petunjuk kerja dalam pembuatan film. Penulis skenario merupakan salah satu pekerjaan di dunia kreatif. Di sana kita bisa menerjemahkan kalimat per kalimat menjadi sebuah gambaran imajinasi visual.

Bekal utama jika ingin sukses dalam profesi ini adalah kemampuan menulis, imajinasi dan kreativitas yang tinggi. Nggak gampang menjadi penulis skenario yang baik sebab banyak komponen yang perlu diperhatikan dalam kepenulisan skenario.

“Bagi yang tertarik menulis skrip atau skenario, harus paham dulu bagaimana cara menuliskannya. Nah, dalam proses dunia penulisan skenario, terdapat banyak istilah-istilah penting seperti voice over, durasi, dialog, medium shot dan segala macam,” jelas Ken, lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini.

Hal yang nggak kalah penting dalam penulisan skenario ini adalah script writer harus bisa membuat pembaca atau talent mampu mengimajinasikan situasi yang tergambar. Makanya skenario yang ditulis harus jelas kondisi, lokasi dan suasananya seperti apa. Tanpa skenario yang baik maka cerita yang disajikan juga akan hambar bahkan tidak bermutu.

“Next program kita bakal adakan pula kelas penyutradaraan untuk mencari bibit sutradara. Nah, dari divisi penyutradaraan ini yang akan menyutradarai skenario-skenario yang telah dibuat pada kelas script writer ini. Nanti mereka akan dibimbing untuk membuat film pendek yang hasilnya akan kita screening bersama,” pungkas Ken. (dee)

 

Berita Terkait