Hipmi Gelar Diklada di Pontianak

Hipmi Gelar Diklada di Pontianak

  Selasa, 22 March 2016 11:03
Forum Bisnis: Ketum BPP Hipmi Bahlil Lahadalia dan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji saat menjadi pembicara di Forum Bisnis Hipmi di Ballroom Hotel Transera Pontianak, kemarin. Aristono/Pontianak Post

Berita Terkait

PONTIANAK – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia BPD Kalimantan barat menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklada) II yang telah dimulai sejak Sabtu (19/3) lalu. Para peserta berasal dari 14 BPC Hipmi kabupaten dan kota di provinsi ini. Ketua Panitia Pelaksana, Sudirman Bakri memastikan sekitar 100 peserta yang akan mengikuti Diklada tersebut.

“Diklat ini selain bertujuan sudah menjadi amanah organisasi juga bagaimana wadah pengusaha muda yang tergabung di Hipmi lebih memiliki wawasan yang luas lagi. Kemudian kader Himpi mampu meningkatkan daya saing serta lebih profesional. Terpenting juga memalui ini  bagaimana silahturahmi  terus terjalin sesama anggota," ujarnya.

Sementara itu pada, Senin (21/3), pengurus BPD Hipmi Kalbar mengelar Forum Bisnis di Transera Hotel Pontianak, Senin (21/3/2016). Pada forum ini, BPD Hipmi Kalbar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai pejabat atau tokoh di Kalbar. Narasumber itu di antaranya Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, Ketua Kadin Kalbar, Santioso Tyo dan Kepala Bapedda Kayong Utara.

Tidak ketinggalan forum yang digelar ini yang merupakan rangkaian dari Rakerda dan Diklatda II juga mendatangkan Ketua Umum BPP Hipmi Bahlil Lahadalia. Satu di antara persoalan yang akan dibahas yaitu tentang besarnya pengaruh kebijakan politik terhadap pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha serta peluang bisnis apa yang berpotensi.

Dalam sambutannya, Ketum BPP Hipmi Bahlil Lahadalia mengatakan, peluang usaha yang perlu di kembangkan di daerah khususnya Kalbar adalah UMKM. Menurutnya, Hipmi Kalbar perlu melakukan pemetaan potensi dan skala prioritas untuk mendorong pelaku usaha, dan sudah tentu bisnsi dan dukungan dari pemerintah juga harus siap, baik ijin maupun kemudahan lainnya. “Kita sebagai pengusaha yang meghimpun para pengusaha hanya bisa memberi ide, mendukung serta membantu apa yang menjadi kebutuhan pelaku usaha kita,” pungkasnya. (ars)

Berita Terkait