Hingga April, 9 Pasien Narkoba Rawat Jalan

Hingga April, 9 Pasien Narkoba Rawat Jalan

  Rabu, 1 May 2019 08:56
JUMPA PERS: Kepala BNN Mempawah saat menyampaikan penanganan narkotika berkaitan dengan perawatan pasien korban narkoba. ISTIMEWA

Berita Terkait

MEMPAWAH - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mempawah mengungkapkan hingga April 2019, Klinik Pratama Sehati telah melayani 9 pasien narkotika yang melakukan program rawat jalan. Jumlah itu sangat signifikan dengan target pasien yang ditetapkan BNN Mempawah tahun 2019 ini sebanyak 10 pasien.

“Untuk klinik pratama sehati yang dikelola BNN Mempawah, ditargetkan melayani 10 pasien sepanjang tahun 2019 ini. Dan hampir kami pastikan target itu dapat tercapai. Sebab, sampai April ini saja sudah ada 9 pasien yang melakukan rawat jalan,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Mempawah, AKBP AH Daulay saat menggelar jumpa pers di kantornya, Selasa (30/4) pagi.

Namun, lanjut Daulay, target pelayanan terhadap pasien narkotika tersebut tidak hanya dilaksanakan oleh BNN Kabupaten Mempawah saja. Sebab, masih terdapat 3 lembaga rehabilitasi narkotika lainnya yang ada di masyarakat Kabupaten Mempawah. Baik yang dikelola pemerintah maupun kelompok masyarakat.

“Masih ada 3 lembaga rehabilitasi lainnya yang dapat menangani pasien narkotika di Kabupaten Mempawah. Tolong sampaikan kepada masyarakat, kegiatan rehabilitasi di Kabupaten Mempawah gratis tanpa dipungut biaya,” tegasnya.

Daulay berharap program rehabilitasi pasien narkotika di Kabupaten Mempawah dapat lebih ditingkatkan lagi. Sebab, saat ini seluruh lembaga rehabilitasi yang ada hanya melaksanakan program rawat jalan. “Kedepan, kita berharap pelayanan untuk rehabilitasi pasien narkotika bisa ditingkatkan lagi. Yakni dari rawat jalan menjadi rawat inap,” harapnya.

Selain program rehabilitasi, lanjut Daulay, pihaknya juga melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan P2M dan lainnya. Untuk kegiatan P2M, imbuh Daulay, telah dilaksanakan sejumlah kegiatan dalam bentuk mengumpulkan masyarakat maupun rapat koordinasi.

“Maret lalu, kami laksanakan rakor dengan instansi pemerintah daerah. Dalam rakoor itu, kita ingin menindaklanjuti tentang Inpres nomor 6/2018 tentang rencana aksi nasional P4GN. Ada 4 kriteria yang harus dilaksanakan dan setiap 3 bulan ada laporan yang harus dikirimkan,” paparnya.

Kemudian, masih menurut Daulay, pihaknya juga telah melaksanakan kegiatan advokasi di lingkungan masyarakat. Kegiatan tersebut telah dilangsung pada Januari-Februari di 25 instansi. Termasuk juga kegiatan asistensi pembangunan berwawasan anti narkoba yang dilaksanakan pada Februari.

“Sedangkan untuk bidang berantas memang belum ada kegiatan. Sebab, tahun ini kami tidak memiliki anggaran untuk kegiatan penyidikan dan penyelidikan. Namun, kita akan melakuakn pemetaan jaringan diwilayah Kabupaten Mempawah,” sebutnya.

Terakhir, Daulay menyebut pihaknya melaksanakan kegiatan pemeriksaan SHAPN yang diberikan kepada masyarakat yang ingin mengikuti pemeriksaan tes urine. Terhitung sejak Januari-April, sudah ada 57 SHAPN yang dikeluarkan BNN Kabupaten Mempawah.

“SHAPN ini diberikan kepada anak sekolah yang akan mengikuti pendidikan, atau pelajar yang sudah lulus untuk mencari pekerjaan dan masyarakat lainnya. Semua ini kita lakukan secara gratis tanpa pungutan biaya,” tegasnya lagi.

“Namun, yang bersangkutan harus membawa sendiri alat untuk tes urine. Karena, kita tidak mempersiapkan alat tes urine tersebut. Jadi silahkan beli sendiri diluar dan bawa ke BNN akan kami layani sesuai prosedur dan mekanisme yang ada,” timpal Daulay mengakhiri. (wah)

Berita Terkait