Hindari Hujan Pertama Pasca HTH

Hindari Hujan Pertama Pasca HTH

  Sabtu, 21 July 2018 17:06

PONTIANAK – Pembentukan awan yang saat ini terpantau di langit Kalimantan Barat (Kalbar) berpotensi menyebabkan hujan. Meski ini menjadi kabar baik setelah hampir dua pekan tidak turun, namun kehadiran hujan pertama perlu dihindari.

“Hindari hujan yang pertama turun setelah fase kering atau jeda hujan,” ungkap Kepala UPT BMKG Wilayah Kalimantan Barat, Wandayantolis, Sabtu (21/7).

Dia bilang, jeda hujan atau Hari Tanpa Hujan (HTH) telah berlangsung 10-15 hari di Kalbar, dan saat ini menurut pantauannya mulai ada pembentukan awan yang berpotensi menyebabkan hujan meski masih kecil atau tipis. Secara umum curah hujan di Kalbar pada dasarian ke depan (21-31 Juli 2018) diprakirakan berkisar antara 40 – 80 mm/dasarian dan lebih rendah dari normalnya.

“Pada awal dan akhir periode dasarian depan diprakirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan-sedang, namun jeda hujan diantara kedua periode tersebut cukup dominan,” katanya.

Potensi turunnya hujan ini pun menurutnya perlu menjadi perhatian masyarakat agar dihindari. Analisis dia, hal itu terjadi lantaran jeda hujan yang terjadi itu menyebabkan meningkatnya partikel padat ke atmosfer baik dari hasil debu atau polusi maupun karena asap karthutla.

“Partikel yang lebih kecil akan ikut menjadi inti kondensasi pembentukan awan dan partikel lainnya akan mengambang di atmosfer.,” jelasnya.

Pada saat hujan terjadi, lanjut dia,maka kandungan polutan di air hujan yang cukup tinggi. Di samping itu, menurutnya hujan yang turun akan menyapu partikel debu polutan yang ada di atmosfer sehingga air hujan yang sampai di permukaan bumi menjadi lebih kotor.

“Masuknya polutan juga menyebabkan PH air hujan menjadi rendah yang menyebabkan air hujan menjadi bersifat asam,” katanya.

Untuk itu, dia menghimbau kepada masyarakat agar sebaiknya menghindari kontak langsung dengan hujan yang akan pertama turun setelah fase kering ini. Dia juga berharap agar tidak mengkonsumsi air hujan tersebut, karena tidak baik bagi kesehatan.

Dia menambahkan, meski ada harapan akan turun hujan, namun masih ada potensi kemunculan titik panas. Adapun suhu udara di wilayah Kalimantan Barat pada 10 hari ke depan diprakirakan lebih tinggi 0.2 – 0.5 ºC dari biasanya berkisar antara 25.0 hingga lebih dari 35.0ºC.**