Hindari Balon, Pesawat Ubah Rute

Hindari Balon, Pesawat Ubah Rute

  Senin, 10 June 2019 10:14
TRADISI: Warga bersiap menerbangkan balon udara di Java Balloon Festival di Pekalongan. JPG

Berita Terkait

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak akan memberi toleransi lagi bagi mereka yang menerbangkan balon udara ilegal. "Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan disepakati pelaku balon liar akan diproses pidana," terang Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti. 

Sesuai pasal 421 UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, setiap orang yang melakukan kegiatan membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan bisa dipidana penjara paling lama tiga tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar. Sosialisasi dilakukan ke berbagai lapisan masyarakat. Mulai tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga sekolah. Selain itu, koordinasi dengan Pemkab, Polres, dan Kodim dilakukan untuk penegakan hukum.

Kemenhub mewadahi festival balon udara yang sudah menjadi tradisi. Misalnya pada 12 Juni nanti festival diselenggarakan di Ponorogo dan Pekalongan. Balon tersebut juga ada ketentuan tidak boleh melebihi lebar empat meter. Selain itu, balon harus diikat dengan ketinggian maksimal tujuh meter.

"Solusi sudah ada melalui PM 40, bahwa balon udara boleh dengan sejumlah ketentuan. Nah kalau solusinya sudah diberikan, tapi tetap melanggar, maka penegakan hukum harus dijalankan," ungkap Polana. Pihaknya akan menurunkan PPNS Ditjen Perhubungan Udara, Inspektur Navigasi, dan Inspektur Bandara untuk bersama-sama dengan polisi-TNI menindaklanjuti ke proses hukum. "Operasi di lapangan sudah dilakukan TNI dan Polri. Nanti kepolisian akan memproses hingga BAP, lalu PPNS akan menindaklanjutinya," imbuhnya.

Dengan alasan keselamatan penerbangan, Polana menyetujui langkah Airnav Indonesia untuk mengalihkan sementara penerbangan rute Jakarta-Surabaya (CGK-SUB). Pesawat diminta melalui jalur yang lebih ke arah utara Laut Jawa. Di lintasan tersebut dilaporkan aman dari balon udara berukuran besar sehingga keselamatan penerbangan lebih terjamin dibanding melewati lintasan di sisi utara Pulau Jawa.

Polana juga memaklumi jika lintasan tersebut agak lebih panjang sehingga membuat perjalanan sedikit lebih lama. ”Kami mohon maaf kepada penumpang dan maskapai karena waktu perjalanan sedikit lebih lama,” ungkapnya. Polana memastikan bahwa pengubahan lintasan rute tersebut bersifat sementara sampai lintasan penerbangan dinyatakan bebas dari bahaya balon udara berukuran besar.

Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto menyatakan, pihaknya mengalihkan rute penerbangan karena banyaknya laporan pilot bertemu balon udara di ketinggian terbang pesawat. "Memang, laporan pilot dari hari pertama lebaran sampai saat ini terus menurun. Namun dengan alasan keselamatan, kami mengalihkan rute,” ucapnya. Dia pun membenarkan pengalihan rute ini merugikan karena jarak tempuh lebih jauh dan bahan bakar  lebih boros. Dia pun mendukung langkah tegas pemerintah untuk menindak pelaku balon udara liar. Novie juga bersedia untuk memberikan data jika diperlukan dalam penyidikan. (lyn/oni)

Berita Terkait