Himpu Fokuskan Kualitas Pengusaha

Himpu Fokuskan Kualitas Pengusaha

  Senin, 9 July 2018 10:13
POTONG TUMPENG : Kepala Disperindag Kalbar saat memotong tumpeng dalam rangka Ulang Tahun Himpu yang ke-2, Sabtu (7/8). SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Berjalan di tahun kedua, Himpunan Pelaku UMKM (Himpu) Pontianak tahun ini berfokus pada pengembangan kapasitas pelaku usaha yang tergabung dalam organisasi tersebut. Tujuannya yakni meningkatkan pelaku usaha agar naik kelas. 

“Tahun pertama aktivitas Himpu lebih banyak untuk merekrut para pelaku usaha yang ingin bergabung dalam komunitas ini. Di tahun kedua, kami fokus untuk pengembangan kapasitas pelaku usaha,” ungkap Abdurrahman usai acara Ulang Tahun Himpu Pontianak yang ke-2, Sabtu (7/7).

Maman, sapaan akrab Abdurrahman menyebut saat in anggota Himpu Pontianak sebanyak 180 anggota, dengan berbagai macam jenis usaha. Jumlah ini pun menurutnya tidak mengalami peningaktan yang signifikan selama satu tahun belakangan lantaran, pihaknya masih berfokus pada aktivitas yang mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha. “Kami ingin yang sudah menjadi anggota Himpu ini terasah kemampuannya, sehingga usaha yang dijalankan naik kelas,” paparnya.

Jumlah keanggotaan yang mencapai angka 180 anggota itu menurutnya masih sedikit. Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak saja menduga jumlah pelaku UMKM di kota ini berkisar 16 ribu lebih. Dengan begitu peluang untuk menambah keanggotaan sangat mungkin terjadi. “Jumlah anggota kami ini masih sedikit, sehingga untuk merektur yang baru pun sebenarnya kami bisa,” terangnya.

Kepala Diskumdag Pontianak, Haryadi S Triwibowo mengapresiasi eksisteni Himpu Pontianak selama kurun waktu dua tahun terakhir. Menurutnya tugas mendorong perekonomian khususnya di sektor UMKM tidaklah hanya menjadi tugas pemerintah saja. "Tapi juga menjadi tugas bagi organisasi atau komunitas usaha," katanya.

Selain meningkatkan kuantitas pelaku usaha, melalui komunitas, pelaku usaha diharapkannya baik secara kualitas. Misalnya dalam hal standarisasi usaha yang bakal mengangkat nilai dari produk yang dihasilkan. "Jika produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha itu sesuai standar, maka mereka akan mampu bersaing," tuturnya.

Kualitas usaha menurut Haryadi juga bergantung dengan aspek legalitas. Salah satu unsur legalitas yang menurutnya perlu dipenuhi oleh pelaku usaha adalah Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK). Di Kota Pontianak saat ini ada sekitar 7500 usaha yang telah mengantongi IUMK.

"Mereka yang sudah memiliki IUMK sudah terkoneksi dengan Kementerian Koperasi dan UMKM, bahkan untuk akses pembiayaan mereka akan dibantu oleh Bank BRI," pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalbar M Ridwan menilai perlunya pengusaha membangun jaringan dengan pengusaha lain, baik itu di sektor yang sama maupun tidak. "Yang penting itu pelaku usaha bisa saling sinergi, dengan begitu mereka bisa saling membantu dalam mendorong kemajua usaha," tandas Ridwan. (sti)

Berita Terkait