Henrikus Resmi Wakafkan Surau Uswatun Hasanah

Henrikus Resmi Wakafkan Surau Uswatun Hasanah

  Rabu, 20 March 2019 09:52
WAKAFKAN: Surau Uswatun Hasanah yang dibangun mantan Bupati Ketapang, Henrikus, resmi diwakafkan kepada Desa Sukamaju, Senin (18/3) malam. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUNGAI AWAN – Mantan Bupati Ketapang, Henrikus, resmi mewakafkan surau yang terletak di Desa Sukamaju, Kecamatan Muara Pawan, kepada pihak desa. Akad wakaf ditandatangani Henrikus berserta istri dengan disaksikan Penjabat Kepala Desa (Pj. Kades) Sukamaju, BPD, Babinsa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, Senin (18/3) malam.

Selain penandatangan, pada acara pengenyarahan wakaf ini juga dilaksanakan salat magrib berjemaah, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Alquran. Tokoh agama dan masyarakat pun berembuk untuk menentukan nama surau. Setelah sejumlah nama diusulkan, akhirnya nama Uswatun Hasanah dipilih untuk disematkan pada surau yang terletak di dekat kolam pemancingan ini.

Mantan Bupati Ketapang, Henrikus, mengungkapkan bahwa pembangunan surau tersebut merupakan inisiatif dari dirinya. Dia melihat di lokasi tersebut memang tidak ada tempat untuk beribadah, khususnya umat Islam. "Saya melihat aktivitas di sekitar sini cukup ramai. Baik petani maupun nelayan. Tapi tidak ada tempat untuk salat, makanya kami sekelurga sepakat untuk membangun dan mewakafkan surau ini," kata Henrikus, kemarin (19/3).

Dia menjelaskan, pembangunan surau yang kemudian diserahkan kepada desa tersebut, semata-mata untuk kepentingan ibadah warga Desa Sukamaju. Dia berharap, dengan adanya surau tersebut, warga yang beraktivitas di sekitar lokasi surau tidak harus pulang ke rumah saat masuk waktu salat. "Semoga ini bermanfaat dan mempermudah warga untuk beribadah," jelasnya.

Pj Kades Sukamaju, Jainudin, mengucapkan terima kasih kepada Henrikus beserta keluarga yang telah membangun surau dan mewakafkan kepada Desa Suka Maju. Adanya surau tersebut, diakui dia, tentu akan sangat bermanfaat bagi warga untuk bisa melaksanakan salat berjemaah, khususnya yang ada di sekitar surau. "Semoga ini bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga menjadi amal jariyah bagi Bapak Henrikus dan keluarga," ucapnya.

Pembangunan surau ini dimulai sejak 30 Januari 2019 lalu. Lokasi Surau Uswatun Hasanah berada di Jalan Pematang Mangris 1 Desa Sukamaju. Pembangunan surau ini terletak di atas lahan Henrikus yang kini telah diwakafkan ke Pemerintahan Desa Sukamaju. "Mudah-mudahan tidak ada kendala dalam pembangunannya," kata Henrikus didampingi sejumlah tokoh masyarakat dan pihak Pemdes Sukamaju saat peletakan batu pertama pengerjaan surau tersebut.

Ketika itu Henrikus menegaskan, setelah selesai dibangun, selanjutnya surau tersebut akan diwakafkan kepada pihak desa. Dia berharap, surau tersebut bisa bermanfaat dan membantu masyarakat untuk menjalankan ibadah. "Masyarakat yang bertani, nelayan, dan yang hobi memancing bisa melaksanakan salat ketika masuk waktu salat," ungkapnya.

Henrikus juga menegaskan, pembangunan surau tersebut murni karena ibadah dan ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam beribadah, tidak ada embel-embel, apalagi unsur politik. "Politik tidak boleh dicampur dengan agama. Ini murni ibadah, tak ada unsur politik," paparnya.

Henrikus juga meminta dukungan dan doa dari masyarakat, agar proses pembangunan surau tersebut berjalan lancar. Harapan dia, secepatnya bisa dipergunakan. Terlebih lagi di kolam pemancingan miliknya selalu ramai dikunjungi warga. "Jadi hobi memancing tetap bisa jalan, ibadah juga tidak ketinggalan. Mohon doa dan dukungannya agar cepat rampung," pinta Henrikus.

Sementara Pelaksanatugas Kepala Desa Sukamaju, Jainudin, mengucapkan terima kasih kepada Henrikus yang telah bersedia menyediakan tempat ibadah bagi masyarakat, khususnya yang terletak di tengah lokasi kerja masyarakat. "Jadi, warga yang ingin salat tidak perlu jauh-jauh pulang kerumah saat istirahat siang," katanya.

Dia juga mengucapkan terima kasih karena surau tersebut juga akan diserahkan kepada pihak Desa. Dia berjanji akan menjaga dan merawat surau tersebut agar tetap bisa dimanfaatkan oleh warga. (afi)

Berita Terkait