Henrikus Gelar Open House Paskah

Henrikus Gelar Open House Paskah

  Senin, 22 April 2019 11:59
BERSALAMAN: Warga Ketapang yang memadati kediaman mantan Bupati Ketapang Henrikus sedang antre untuk menyalami Henrikus selaku tuan rumah pada open house perayaan Paskah, kemarin (21/4). AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Mantan Bupati Ketapang, Henrikus, beserta keluarga besarnya menggelar open house perayaan Paskah 2019 pada Minggu (21/4). Tampak sejumlah tokoh masyarakat dan warga dari berbagai kalangan hadir memadati kediaman Henrikus di Jalan KH Mansyur, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan.

Open house Perayaan Paskah ini memang rutin digelar oleh Henrikus berserta keluarga. Selain untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus, juga sebagai salah satu cara untuk menjalin silaturahmi dengan warga. "Open house ini salah satunya wadah silaturahmi masyarakat kepada saya dan saya kepada masyarakat," kata Henrikus.

Dia menjelaskan, makna dari Hari Wafat Yesus Kristus atau Hari Paskah adalah pengorbanan. Menurutnya, yang membuat hidup ini berarti adalah pengorbanan. Bukan menarik untuk diri sendiri, tetapi, dia menambahkan, pengorbanan untuk sesama. "Paskah memiliki arti penting sebagai puncak dari rangkaian peristiwa sengsara, wafat hingga kebangkitan yang merupakan inti dari ajaran kristiani," jelasnya.

Dia berharap agar umat kristiani ikut serta dalam gerakan-gerakan penebusan dosa Allah SWT melalui apa yang dilakukan Yesus, dengan mengorbankan dirinya sampai disalib. Ketika terjadi gerakan itu, lanjutnya, semua orang rela mengorbankan diri untuk sesama. "Ini disebut prinsip cinta kasih sebagai inti ajaran dari Kristus yang tidak lain adalah memberi, bukan mengambil," ungkapnya.

Henrikus juga mengajak kepada masyarakat, khususnya Ketapang, untuk saling menghargai dan menghormati perbedaan. Perbedaan, menurut dia, bukan menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Beda agama, suku, golongan, dan mungkin beda pendapat, bagi dia adalah sebuah anugerah yang harus dijaga. "Karena berbeda-beda inilah yang membuat indah," paparnya.

Lebih lanjut Henrikus menjelaskan, saat ini masyarakat baru saja selesai melaksanakan pesta demokrasi. Masyarakat, menurut dia, telah memilih siapa yang menurut mereka pantas menjadi pemimpin dan wakil mereka di DPR. Bahkan, dia menambahkan, bagaimana masyarakat memilih tanpa paksaan dan tekanan, kemudian memilih sesuai hari nurani masing-masing.

Kini, dia menegaskan, masyarakat tinggal menunggu hasilnya. Siapa yang akan terpilih nantinya, menurut dia, harus dihormati. "Pemilu telah usai. Saat ini tinggal menunggu seperti apa hasilnya, dan itu menunggu keputusan dari KPU. Kita sebagai masyarakat, mari kembali bersama-sama bermasyarakat seperti sedia kala. Tidak ada lagi kubu A dan kubu B. Kita semua sama," ajaknya. (ser)

Berita Terkait