Hengkang Karena Faktor Emery

Hengkang Karena Faktor Emery

  Jumat, 2 September 2016 10:04

PERTANYAANNYA, kenapa Luiz pergi dari Paris? Padahal musim lalu andai tidak ada cedera dia biasanya menjadi kepercayaan Laurent Blanc yang kala itu masih menangani PSG. Dari 46 kali main, hanya tujuh kali dia menjadi pengganti. Pergantian pelatih dari Blanc ke Unai Emery disebut-sebut jadi sumbunya.

            Begitu besarnya hasrat Luiz meninggalkan PSG, sampai-sampai pada hari Selasa atau sehari jelang deadline transfer dia meminta Direktur Olahraga PSG Leonardo agar melepaskannya. Padahal, PSG sebelumnya tidak mau melepas Luiz apabila tawarannya di bawah EUR 40 juta (Rp 591,9 miliar).

            Daily Mail menyebut, Luiz sudah tahu bahwa dia bukan rencana utama Emery di PSG. Emery sudah mengungkapkannya kepada Luiz sejak Juli lalu. Emery lebih senang memasang kapten Thiago Silva dengan Marquinhos. Luiz masih dipercaya mengisi pos bek tengah bersama Presnel Kimpembe karena dua pemain itu masih belum main.

            Silva masih cedera, dan Marquinhos masih diberi dispensasi libur setelah mampu membawa Brasil meraih emas di Olimpiade 2016 kemarin. Laporan surat kabar Inggris itu juga diperkuat pernyataan dari Kimpembe. ''Tidak ada tempat utama untuk saya dan David Luiz,'' ungkap bek muda Prancis berusia 21 tahun itu kepada L'Equipe.

            Sama seperti Luiz, Kimpembe juga ingin pergi dari PSG. ''Bagus juga bersaing di dalam tim, karena itu membantu kita untuk berkembang. Tetapi, itu berbeda kalau sudah tahu siapa pemain starter-nya. Begitu mereka (Silva dan Marquinhos) kembali, tidak ada tempat lagi untuk saya,'' lanjutnya.

            Selain karena faktor Emery, Luiz juga merasa kurang berkembang selama berada di PSG. Itu sebagaimana yang diungkapkan salah seorang jurnalis terkemuka di Prancis bernama Julien Laurens. ''Ingat apa yang terjadi di saat laga PSG melawan Barcelona?'' kata Laurens membuka pernyataannya kepada BBC Radio 5 Live.

            Tepatnya saat leg pertama perempat final Liga Champions 2014-2015 di Parc des Princes. PSG dipermalukan 1-3 di depan publiknya sendiri. ''Dan dia (Luiz) dibuat malu usai di-nutmeg Luis Suarez dua kali. Dia benar-benar dipermalukan di Parc des Princes,'' tutur Laurens.

            ''Dia merasa belum membaik performanya sejak kepergiannya dari Chelsea. Saat dia kembali ke Chelsea dia akan merasa sebagai pemain yang lebih buruk ketimbang di saat dia meninggalkan klub itu,'' lanjut Laurens. Selama tiga musim di PSG, Luiz sudah bermain 89 kali.(ren)