Hello Portugal!

Hello Portugal!

  Minggu, 3 July 2016 10:40

Berita Terkait

VILLENEUVE-D'ASCQ – Keren. Hebat. Super. Fantastic. Istilah apa saja yang menggambarkan kejayaan sangat layak disematkan buat penampilan Wales di Euro 2016. The Dragon, julukan Wales, di luar segala ekspektasi lolos ke semifinal. Tim debutan Euro itu menghajar Belgia 3-1 di Stade Pierre-Mauroy kemarin dini hari (2/7).

Satu pertandingan lagi, Wales akan menyamai pencapaian Republik Ceko pada Euro1996 lalu. Yakni tim debutan yang menembus partai final Euro. Pujian mengalir bak air bah. Tak ada lagi keraguan jika Wales memang layak menantang Portugal di semifinal di Parc Olympique Lyonnais, Lyon Kamis mendatang (7/7).

''Sebelum laga antara Wales versus Belgia terjadi, mungkin Portugal berharap akan bertemu Wales. Namun setelah melihat bagaimana kemenangan kami, mungkin mereka akan berubah pikiran,'' koar Neil Taylor, bek Wales, seperti dikutip Goal. Wales, lanjut Taylor, terbukti tak gentar kepada siapapun. Belgia yang merupakan tim peringkat dua dunia pun disikat.

Kemarin, Belgia unggul duluan lewat gol Radja Nainggolan pada menit ke-13. Wales mengejar. Tiga gol The Dragon dihasilkan Ashley Williams (31'), Hal Robson-Kanu (55'), dan Sam Vokes (86').

Bertemu Portugal di semifinal, Taylor berkata timnya kian termotivasi. Ini bakal menjadi medan pertempuran dua pemain termahal dunia saat ini. Gareth Bale versus Cristiano Ronaldo. ''Laga ini menjadi pertunjukan yang seru buat seluruh dunia. Dua pemain yang berasal dari satu klub (Real Madrid, Red) yang sama akan saling beradu kekuatan,'' ucap Taylor.

Banderol Bale sebagai pemain termahal di kubu Wales versi Transfermakrt saat ini adalah GBP 60 juta  (Rp 1,04 Triliun). Lalu Ronaldo, pemain termahal Portugal, berharga GBP 82,5 juta (Rp 1,44 Triliun). Tak heran jika kemudian duel kedua tim semifinalis itu akan menjadi pertandingan super mahal.

Laga antara Wales versus Belgia kemarin sejatinya berjalan sangat ketat. Agresivitas, ball possession, juga akurasi tembakan kedua tim hanya berselisih sedikit. Dari ball possession, Belgia unggul tipis 52 persen.

Dari akurasi tembakan, Wales melakukan 15 attempts. Tujuh diantaranya on target, lima melenceng, dan tiga diblok. Lalu Belgia melakukan 14 attempts sepanjang laga. Rinciannya empat on target, tujuh off target, dan tiga diblok.

Menurut Squawka, kunci kesuksesan Wales menjinakkan Belgia ada tiga hal. Pertama pemain Wales dengan disiplin menjalankan sistem 3-5-2 yang dibangun sang pelatih Chris Coleman.

Tiga bek, James Chester-Ashley Williams-Ben Davies, tak terpengaruh buat merangsek maju kecuali dalam situasi corner kick atau free kick. Dua wing back Chris Gunter dan Neil Taylor aktif membantu penyerangan maupun pertahanan.

Lalu buat penyerangan, kombinasi Bale dan Aaron Ramsey serta antara Sam Vokes dan Hal Robson-Kanu menjadi kuncinya. Sedang di posisi gelandang, duo Joe, Allen dan Ledley, sangat efektif memotong bola, membantu pertahanan, dan mendistribusikan bola.

Bale seperti diberitakan Sky Sports menyebut, laga kemarin merupakan pembuktian bahwa The Dragons tak hanya bergantung kepada dirinya. Seluruh elemen punya andil juga tanggung jawab memenangi pertandingan.

''Ini rasanya luar biasa. Kami percaya jika kami akan terus berlanjut dan kami menikmati proses perjuangan kami,'' ujar pemain 26 tahun itu.

Sementara itu, arsitek Belgia Marc Wilmots mengakui kalau timnya berbuat terlalu banyak kesalahan. Karena terlalu toleran dengan kesalahan, petaka tak bisa dihindarkan. ''Kami menjalankan strategi dengan sangat apik pada 15 menit pertama laga. Kami unggul duluan dan disitulah kami membuat lubang dengan mengurangi tekanan kepada lawan,'' ucap Wilmots.

Dengan tersisih di perempat final ini, Wilmots belum tahu masa depan karirnya. Apakah tetap bersama De Rode Duivels, julukan Belgia, atau hengkang. Wilmots masih akan menunggu evaluasi Federasi Sepak Bola Belgia (KBVB). (dra/na)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait