Heboh Cicak dan Tikus di Pentol Kuah

Heboh Cicak dan Tikus di Pentol Kuah

  Kamis, 10 January 2019 10:52

SANGGAU – Temuan di duga daging Cicak atau tikus (bagian ekor) di pentol bakso yang dijual di Kota Sanggau membuat heboh warga kota. Selain itu, ditemukan juga bangkai cicak pada sambal yang dibuat oleh Warimin, seorang warga Sanggau yang baru memulai berjualan bakso kuah sekira dua pekan lalu.

Kejadian ini bermula ketika Nurpitasari atau yang biasa disapa Mak Cu. Ia menemukan seperti potongan ekor tikus pada pentol bakso. Diakuinya, pentol tersebut dibeli dari pedagang bakso kuah yang setiap hari melintas di kediamannya. Temuan itu cukup banyak dan bukan hanya dirinya yang menemukan potongan-potongan tersebut.

 “Di dalam bakso kuah ada semacam (potongan) ekor tikus, berbulu dan jumlahnya cukup banyak. Kemarin itu banyak yang beli termasuk tetangga saya,” ujarnya kepada wartawan kemarin. Dari peristiwa tersebut, benar atau tidaknya yang ditemukan itu daging tikus atau bukan, warga akhirnya mengirimkan sampel dugaan daging itu ke Loka POM Sanggau agar persoalannya menjadi jelas.

 “Iya, saya sendiri yang ngirim sampelnya ke kantor Loka POM Sanggau siang kemarin,” tegas Rika, salah satu warga gang Rawa Bhakti.

Sementara itu, Warimin (49) yang diduga sebagai penjual bakso kuah berdaging tikus itu membantah keras usahanya tersebut sebagaimana yang dituduhkan. Ia mengaku tidak tahu menahu dengan hal tersebut.

Ia dulunya sebagai penjual bakso keliling namun karena sepi (jarang laku), ia akhirnya beralih ke pentol kuah yang baru dua pekan ditekuninya. Ia menjajakan dagangannya dengan cara berkeliling di sekitaran Kota Sanggau.

 “Demi Allah, saya tidak pernah jual seperti itu (daging tikus). Saya tidak tahu kok bisa ada (potongan) ekor binatang di dalam bakso yang dijual. Juga ada (bangkai) cicak di dalam olahan cabainya,” katanya.

 “Sebelumnya saya dagang bakso keliling. Tapi karena sepi, saya ganti jual pentol kuah. Demi Allah saya tidak tahu ada binatang di dalamnya. Padahal tempat cabai ini saya tutup. Tidak tahu masuknya dari mana,” tambahnya.

Terkait kiriman sampel daging diduga tikus oleh warga, Kepala Loka POM Kabupaten Sanggau, Agus Riyanto membenarkan hal tersebut. Sampel tersebut sudah diterima oleh pihaknya dan akan langsung dikonsultasikan ke kantor di Pontianak.

 “Iya benar sampel sudah kami terima. Kami akan konsulkan dulu dengan pimpinan di Pontianak untuk proses selanjutnya,” ujarnya.

Agus menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah sampel itu benar atau tidaknya daging tikus. Pihaknya tidak punya kewenangan untuk memutuskan dan masih menunggu update informasinya.

Ia mencontohkan kasus cacing dalam sarden, pihaknya tetap meminta bantuan kepada Dinas Karantiana Hewan untuk memeriksa apakah itu betul cacing atau bukan. Laboratorium di Pontianak juga belum bisa menguji adanya DNA tikus dalam makanan.

Mengantisipasi keresahan masyarakat, Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi menyampaikan lokus beredarnya informasi bakso kuah berbahan tikus dan cicak terjadi di Gang Rawa Bhakti atau tepatnya berada di belakang SMP Negeri 2 Sanggau.

 “Seorang saksi yang bernama Bety menemukan seperti ekor cicak yang mati di dalam bakso kuahnya. Inilah yang menjadi penyebab kenapa menjadi heboh,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (9/1).

Dikatakan Imam, pihaknya telah mengambil langkah-langkah dengan langsung mendatangi lokasi dan menyita bahan (sisa) dari makanan itu sekaligus juga melakukan pemeriksaan terhadap penjualnya.

 “Sudah kami lakukan pemeriksaan dan meminta keterangan saksi ahli. Dari situ nantinya kami akan melanjutkan kepada BPOM untuk mengecek kandungan yang ada di dalam bakso tersebut. Nanti ahli yang akan menyampaikan hasilnya,” jelas mantan Kapolres Kapuas Hulu ini.

Dari versi penjual, lanjut Imam, ia tidak mengetahui bahwa pada saat itu ada (diduga) cicak maupun tikus di dalamnya. Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada warga Sanggau agar tidak cemas atau berprasangka jelek dulu sembari menunggu hasil observasinya.

 “Saya ingatkan agar tidak menyamaratakan kasus ini dengan penjual-penjual bakso lainnya yang ada di Sanggau. Kita berprasangka baik saja dulu agar situasi bisa netral sehingga informasi ini bisa diluruskan supaya tidak terjadi kesalahpahaman,” harapnya.

foto : temuan yang diduga ekor binatang

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat melanggar hukum sehingga berpotensi proses hukum lebih lanjut. 

Serahkan penyelidikan kasus ini kepada yang berkompeten sehingga mendapatkan informasi yang benar nantinya. Imam juga menginformasikan bahwa kepolisian melalui Babhinkamtibmas Kelurahan Beringin, Brigadir Mardiansyah didampingi Bripka Tubagus M, Kepala Jaga Polsek Kapuas langsung melakukan pengecekan ke rumah pedagang yang dimaksud usai mendapat informasi tersebut.

Pada saat pengecekan memang ditemukan bangkai cicak di dalam gilingan cabai pentol bakso kuah. Atas temuan tersebut, pedagang tersebut sudah dibawa ke Polsek Kapuas untuk pemeriksaan.

 “Yang bersangkutan kami amankan dulu karena informasinya ia sedang dicari-cari warga atas temuan itu. Kami menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. (sgg)